POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Iptu Tomi Samuel Marbun kian menarik perhatian publik.
Dikarenakan, Iptu Tomi Samuel Marbun dikabarkan telah hilang selama kurang lebih 3 bulan di kawasan Papua.
Bukan tanpa sebab, hilangnya personel Polres Teluk Bintuni ini terjadi usai dirinya terlibat dalam operasi gabungan.
Baca Juga: DPC Demokrat Kabupaten Cirebon Bagikan Ratusan Takjil, Jaga Tradisi di Bulan Ramadan
Yang mana, operasi gabungan tersebut diketahui bertujuan untuk meringkus salah seorang personel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Diketahui, peristiwa hilangnya Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni ini diungkapkan langsung oleh istri korban, Riah Ukur Tarigan.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial Instagram milik Riah @rubrtarigan pada Sabtu (15/3/2025).
Baca Juga: Wujudkan Kepedulian, KAI Gelar “Sobat Aksi Ramadhan
Dalam unggahannya, publik banyak menyoroti kasus hilangnya Tomi saat tengah bertugas di wilayah Papua.
Terlebih, hilangnya Tomi yang sedang bertugas dalam operasi gabungan itu sudah terhitung sejak 3 bulan lamannya.
Ditambah, Riah yang menyebutkan bahwa sang suami telah hilang ini menemukan beberapa kejanggalan besar.
“Berarti suaminya kaka tahu akan sesuatu yang di rencanakan , jadi suami kaka sengaja di hilangkan,” cuit @xdrag.xx.
“Saya pernah up kasus ini dan pernah saya speakup perihal kasus ini bahwa kasus ini sengaja dijebak dan tidak masuk akal,” ketik @sacrificetones.
“Fix ini sebenarnya bukan operasi senyap tapi suaminya di paksa untuk ikut operasi. Ini mah 100 persen mirip kasus Ferdy Sambo,” cuitan @rickyronaldobano.
Seperti diketahui, hilangnya Tomi saat terlibat dalam operasi gabungan tersebut dibantah oleh Riah dengan jelas.
Bukan tanpa sebab, hal ini dilakukan Riah lantaran kasus hilangnya sang suami kerap kali memberikan tanda tanya besar.
Salah satunya, istri Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni yang mengetahui suaminya telah hilang ini sontak berupaya menyewa sebuah helikopter.
Dikarenakan, lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) diduga hilangnya Tomi ini diketahui dipenuhi hutan yang sangat rimbun.
Namun, upaya Riah untuk menyewa alat transportasi tersebut justru tidak diindahkan oleh diduga Kapolres Teluk Bintuni AKBP Choiruddin Wahid.
Tidak lain, hal ini dilarang Choiruddin lantaran terkait penggunaan anggaran dalam menyewa sebuah helikopter.
Padahal, istri dari Tomi yang berupaya menyewa helikopter tersebut diketahui hendak menggunakan dana pribadinya.
“Saya berkoordinasi dengan teman saya untuk sewa heli swasta, namun tidak tahu kenapa tiba2 heli yang saya sewa dicancel,” jelas Riah.
“Saya diinfokan bahwa heli yang saya sewa diduga dicancel oleh Bapak Kapolres karena biaya operasional,” lanjutnya.
Baca Juga: Di Hadapan Komisi VI DPR RI, Doktif Bongkar Kebohongan Produk Skincare Richard Lee
“Di sini, saya sempat kecewa, karena saya tidak minta dibayarkan, saya hanya berusaha untuk mencari jalan untuk pertolongan suami saya,” imbuhnya. ***



