POJOKSATU.ID - Belum lama ini nama seorang polisi, Bripka Lestari Candra tengah jadi topik perbincangan masyarakat.
Dikarenakan, Bripka Lestari Candra baru-baru ini dikabarkan telah meninggal dunia usai jadi korban tindak pidana.
Yang mana, dirinya tewas ditikam oleh salah seorang satpam berinisial MK (39) di kawasan Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Baca Juga: Cetak Dua Gol vs Leganes, Kylian Mbappe Samai Rekor Cristiano Ronaldo di Real Madrid
Berdasarkan informasi dihimpun, Bripka Lestari Candra yang berakhir tragis ini ternyata berprofesi polisi dengan status Bhabinkamtibmas Polsek Sinaboi.
Sebagaimana halnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media Antaranews.com pada Senin (31/3/2025).
Dalam artikelnya, Direktur Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau Kombes Pol Asep Darmawan turut menanggapi kasus tersebut.
Asep menuturkan bahwa Lestari dikabarkan meninggal dunia saat masih bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Sinaboi.
“Polisi yang meninggal dunia merupakan anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Sinaboi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas,” jelasnya.
Lebih lanjut, insiden mengenaskan ini terjadi saat Lestari dan rekannya masuk ke sebuah perumahan menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: Bantuan Internasional Masuk, Dikonfirmasi Lebih 1.600 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
Diketahui, perumahan yang dimasuki Lestari dan dua rekannya, yakni H dan DS tidak lain sebuah hiburan malam.
Namun, ketiga sekawan ini justru mengalami hal mengenaskan saat coba masuk ke dalam perumahan tersebut.
Di mana, mereka mendapat cecaran dari pelaku berinisial MK (39) yang saat itu bertugas sebagai penjaga.
Bukan tanpa sebab, para korban dicecar oleh MK lantaran masuk menggunakan knalpot bising dengan laju kecepatan yang cukup tinggi.
Tidak terima dengan sikap tersebut, para korban sontak menghampiri pelaku usai parkir di dalam perumahan.
“Saat melewati pos penjagaan, kendaraan yang dikendarai H melaju cukup kencang,” jelas Ditreskrimum Polda Riau.
“Dan mendapat teguran dari tersangka MK yang sedang berjaga. Namun, teguran itu justru memicu cekcok antara mereka,” lanjutnya.
Tidak lama setelah itu, Lestari dan salah satu rekannya berinisial H menjadi berakhir menjadi korban penganiayaan.
Yang mana, mereka diserang oleh pelaku menggunakan sebuah senjata tajam (sajam) saat tengah adu mulut. ***



