POJOKSATU.ID – Belum lama ini sosok Andy Budiman, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah ramai diperbincangkan publik.

Bagaimana tidak, nama Andy Budiman ramai disorot lantaran dirinya disebut terjun ke dalam program Kementerian Kehutanan (Kehutanan).

Yang mana, Waketum PSI ini diangkat menjadi salah satu staf ahli Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.

Baca Juga: BRI Salurkan Rp27,72 Triliun KUR di Awal 2025, UMKM Kian Tangguh!

Usut punya usut, Andy Budiman yang disebut menjadi staf ahli Menhut ini ternyata sempat maju dalam kontestasi Pileg 2019.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik PSI pada Minggu (9/3/2025).

Dalam unggahannya, Waketum PSI ini dikonfirmasi terjun langsung ke dunia politik untuk menduduki bangku di Senayan.

Baca Juga: Profil Andy Budiman, Waketum PSI Diangkat Jadi Staf Ahli Menhut Raja Juli Antoni Program FOLU Net Sink 2030

Yang mana, dirinya maju dalam Pileg 2019 mewakili domisili Jawa Timur dengan Daerah pemilihan (Dapil) I.

“Perkenalkan Bro Andy Budiman. Seorang yang membidani lahirnya Kantor Berita Radio maju sebagai Caleg DPR RI dari PSI,” jelas di-caption.

Tidak heran, rekam jejak Andy di dunia politik kembali disorot usai dugaan keterlibatannya sebagai staf ahli Kemenhut.

Baca Juga: Perkampungan Warga Terisolasi Akibat Longsor di Bogor, Akses Jalan Satu-satunya Terputus

Terlebih, keterlibatannya jadi staf ahli Menhut Raja Juli ini juga mengikutsertakan sang istri, Suci Mayang Sari.

Sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor 32 Tahun 2025.

“Dua pejabat teras PSI yang masuk kepengurusan, yakni Andy Budiman dan Suci Mayang Sari, adalah pasangan suami istri,” jelas dikutip dari portal Pojoksatu.id.

Baca Juga: Mengenal Andy Budiman dan Suci Mayang Sari, Suami-Istri Kader PSI Diangkat Jadi Staf Ahli Menhut Raja Juli Antoni

Namun, informasi yang menyatakan bahwa Andy diangkat jadi staf ahli sesuai dengan Kepmen KLHK ini justru dibantah langsung olehnya.

Yang mana, Waketum PSI ini mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak diangkat menjadi staf ahli program Kemenhut.

“Kalau dalam soal itu, sebetulnya SK yang bocor itu adalah SK lama, 31 Januari, dan sebelum kasus ini kemudian muncul ke publik,” jelasnya.

Baca Juga: PENGAKUAN MenPAN RB Ungkap PEMICU PENUNDAAN PENGANGKATAN PPPK 2024 dan CPNS 2024, Pemerintah dan Pemda Ternyata Jalan Sendiri-sendiri, Semua AMBURADUL

“Itu sudah ada SK terbaru, di mana saya sebetulnya nggak ditempatkan lagi, penugasannya, saya nggak ada di FOLU Net Sink,” lanjutnya yang dikutip dari akun X @TaryokoL. ***