POJOKSATU.id - Pemerintah semakin mematangkan perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok rentan.

Khususnya lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendirian serta penyandang disabilitas.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa Kemensos bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sudah melakukan koordinasi intensif untuk memastikan kelompok tersebut bisa segera mendapatkan layanan.

Baca Juga: Kabar Baik! Bansos Cair 18 Februari 2026 Jelang Puasa, Warga Bisa Munggahan Lebih Tenang

Kepada wartawan usai menghadiri pertemuan tokoh ormas Islam bersama Presiden terpilih Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 3/2/2026, Gus Ipul menjelaskan bahwa proses penguatan kebijakan sedang berjalan.

“Semalam saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN, Prof Dadan, untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis bagi lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian.

"Ini masih dalam tahap pembicaraan,” ujar Saifullah Yusuf, dikutip pojoksatu.id dari antaranews 3/2/2026.

Baca Juga: Akhirnya Cair, BPKAD Bayarkan Gaji Pertama PPPK Paruh Waktu Mulai 1 Februari 2026

Perluasan program ini sejalan dengan arah kebijakan BGN yang sebelumnya telah memetakan kelompok sangat rentan sebagai prioritas tambahan.

Data dari daerah menjadi elemen penting untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

Setelah melalui asesmen Kemensos dan verifikasi kepala daerah, data tersebut kemudian menjadi dasar layanan oleh BGN.

Baca Juga: Kabar Baik! Bansos Cair 18 Februari 2026 Jelang Puasa, Warga Bisa Munggahan Lebih Tenang

“SPPG di sekitar wilayah itu nanti juga melayani lansia dan penyandang disabilitas sesuai data yang kami serahkan." 

" Data berasal dari daerah, setelah asesmen kami lakukan, lalu diverifikasi oleh kepala daerah, baru kemudian dilayani oleh BGN,” jelasnya, dikutip pojoksatu.id dari inilah.com 3/2/2026.

Program MBG selama ini dikenal menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil, serta kelompok rawan gizi.

Namun keputusan untuk memperluas cakupan ke lansia tinggal sendiri dan penyandang disabilitas dinilai sebagai terobosan besar.

Publik menyambut positif rencana ini karena dianggap sebagai bentuk kehadiran negara kepada kelompok yang paling membutuhkan.

Baca Juga: Duel Atap Seng vs Genteng Mengemuka, Ini Alasan Prabowo Dorong Gerakan Gentengisasi Nasional

BGN memastikan bahwa kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah akan dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan teknis di lapangan.

Pemerintah menargetkan layanan bisa berjalan bertahap begitu seluruh mekanisme pendataan, anggaran, dan infrastruktur dipastikan siap.***