POJOKSATU.id - Indonesia kembali dihebohkan oleh data terbaru penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang melonjak hingga menyentuh angka 152 juta jiwa.
Data tersebut diungkap langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin, 16 Februari 2026.
Cak Imin menyebutkan bahwa jumlah penerima PBI kini mencapai 52 persen dari seluruh penduduk Indonesia.
Menjadikannya salah satu program subsidi kesehatan terbesar dalam sejarah negeri ini.
“Sampai hari ini jumlah yang menerima bantuan iuran untuk BPJS Kesehatan ini sudah 52% dari seluruh penduduk kita, yaitu di angka sekitar 152 juta yang mendapatkan bantuan iuran BPJS Kesehatan,”.
Tegas Cak Imin, dikutip Pojoksatu.id dari Viva.co 16/2/2026.
Kenaikan tersebut membuat publik terkejut sekaligus mempertanyakan kondisi ekonomi masyarakat.
Dibandingkan data statistik akhir 2025 yang mencatat sekitar 113 juta penerima PBI, peningkatan hingga menembus 152 juta jiwa memunculkan berbagai analisis.
Baca Juga: Metode Penetapan Awal Ramadhan, Begini Cara Kemenag Pastikan Akurasi dan Keseragaman
Mulai dari pemutakhiran data sosial ekonomi hingga makin banyaknya warga yang masuk kategori penerima bantuan.
Tak hanya soal angka besar, pemerintah juga menyoroti pemulihan kepesertaan sejumlah warga yang sebelumnya sempat dinonaktifkan akibat proses validasi data.
Salah satu kelompok yang kembali aktif adalah pasien dengan penyakit katastropik.
“Insyaallah yang mengalami gangguan kesehatan katastropik, sekitar 106 ribuan orang sudah aktif lagi,” kata Cak Imin dikutip Pojoksatu.id dari Kumparan 16/2/2026.
Dengan beban biaya negara yang terus meningkat, pemerintah menegaskan upaya perbaikan data akan terus dilakukan agar subsidi tepat sasaran.***




