POJOKSATU.id - Perupa Kota Bogor, Yana Wiyatna Sucipto, turut ambil bagian dalam pameran seni rupa bertajuk “Indonesian Dream” di Menara Astra, Jakarta. Bersama 27 seniman dari seluruh penjuru Nusantara, Yana WS memajang karya seni rupanya dengan apik di Galeri Astra.
Karyanya adalah seni rupa tiga dimensi berbentuk es krim. Yana membuat tiga es krim dengan bentuk dan warna yang berbeda, tapi satu tema. Ia memberi nama karya seni rupanya ini dengan “Sweet Dream”. Tiga es krim tersebut dipajang berjajar di antara puluhan karya seni rupa lainnya.
Yana WS menjelaskan bahwa es krim dipilih menjadi bentuk seni rupanya karena menurutnya es krim dalam mimpi merupakan simbol kehidupan bahagia, sesuai dengan tema besar pameran seni rupa ini, yakni “Indonesian Dream”.
Es krim diyakini sebagai hasil budaya kulinerian yang sangat universal. Es krim merupakan kuliner yang disukai di seluruh dunia, tak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh penjuru dunia.
Yana WS mengungkapkan bahwa rasa manis es krim menjadi pemikat para penikmat kuliner. Inilah yang kemudian menjadikan es krim sebagai komoditi industri.
Es krim dibuat dengan berbagai rasa dan bentuk yang unik. Beragamnya inovasi es krim inilah, kata Yana WS, yang kemudian menggambarkan harapan Indonesia ke depan. Harapan yang bermacam-macam dari setiap individu penduduk Indonesia.
Yana WS mengatakan karya seni rupa es krim ini dibuat dalam waktu yang cukup singkat. Menurutnya, proses teknis modeling hingga moulding relatif lebih singkat.
Namun, ia mengaku butuh waktu cukup panjang dalam proses pencarian gagasan dan narasinya agar memberikan kesan dan pesan mendalam dan tentunya sesuai dengan tema besarnya.
Baca Juga: Mengenal Sosok Guntur Soekarnoputra, Putra Sulung Soekarno yang Memilih Seni daripada Berpolitik
Karya seni rupa es krim ciptaan Yana WS ini terbuat dari bahan polyserin, kain, logam, dan kawat ram. Tiga karya es krim ini dibuat dengan dimensi yang kurang lebih sama.
Ketiga es krim adalah jenis es krim cone, namun topingnya berbeda. Yana menjelaskan proses penciptaan karya seni rupa ini berawal dari pencarian gagasan, kemudian berlanjut pada penyusunan narasi, dan barulah dilanjutkan pada proses eksekusi bentuk.
Untuk proses pembuatan, Yana WS memulainya dengan modeling, moulding atau pencetakan, dan eksekusi pilihan ragam permukaan.
Sebagai informasi, pameran bertajuk “Indonesian Dream” ini diinisiasi oleh Galeri Astra dan Bentara Budaya. Pameran ini bertujuan untuk memberikan gambaran masa depan Indonesia yang optimis.
Baca Juga: Cara Ganjartivity Bangkitkan Minat Seni dari Kalangan Gen Z dan Milenial Bandung
Hal itu terepresentasi lewat keragaman bentuk dan penyajian yang menyegarkan, sekaligus memberi inspirasi kepada publik.
Pameran ini memajang karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi. Terdapat beberapa lukisan yang menggambarkan dunia antah berantah tentang dunia mimpi yang menghanyutkan.
Ada juga karya seni rupa dua dimensi berupa detail tentang wajah orang per orang. Untuk seni rupa tiga dimensi, ada seni instalasi karya Krishna Eta yang membawakan ide tentang neutron.
Pameran seni rupa Astra ini dibuka pada Kamis kemarin (2/11) dan akan berlangsung hingga 6 November mendatang. Tak hanya karya seni rupa berupa lukisan dan instalasi, ada pula karya seni digital berupa animasi. *** Nurohman




