POJOKSATU.id, JAKARTA—Sebanyak 166 sekolah rakyat telah beroperasi di 166 lokasi di 34 provinsi di Indonesia. Dari ratusan sekolah ini, sebanyak 26 beroperasi di Jawa Timur.
Jatim merupakan kampung halaman Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Mensos lahir di Pasuruan Jatim pada 28 Agustus 1964.
Terkait beroperasinya sekolah ini, Mensos melaporkan ini kepada Presiden Prabowo saat peresmian sekolah rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
"Total 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota seluruh Indonesia," kata Mensos dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga: Izin Theater Night Mart Dipertanyakan, Aliansi Ormas Islam Karawang Datangi DPRD
Lebih lanjut, Gus Ipul merinci sebanyak 60 Sekolah Rakyat mulai beroperasi sejak Juli 2025.
Kemudian, 37 Sekolah Rakyat menyusul beroperasi pada Agustus 2025, sementara puluhan lainnya mulai berjalan pada akhir September hingga awal Oktober 2025.
Total, kini terdapat 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Keseluruhannya menampung 15.954 siswa, 2.218 guru dan 4.889 tenaga pendidikan," terangnya.
Baca Juga: Seleksi Sekolah Rakyat 2026 Dibuka Februari, Kemensos Targetkan Terima 45 Ribu Siswa
Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk menjangkau keluarga yang selama ini tidak tersentuh atau the invisible people.
Berdasarkan data lapangan yang disinkronkan dengan BPS, sebanyak 60 persen siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga buruh harian lepas, kuli bangunan, hingga tukang ojek.
"Sekolah Rakyat bukan sekolah biasa. Ini adalah ekosistem perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan,” katanya.
“Selama 24 jam, siswa mendapatkan pemenuhan gizi, tiga kali makan, dua kali snack, kurikulum modern berbasis digital, hingga pengembangan bakat melalui Talent DNA," urainya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut sebanyak 26 Sekolah Rakyat di wilayahnya telah beroperasi, menjadi jumlah terbanyak di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, dari total 166 SR di seluruh Indonesia, Jawa Timur menduduki posisi pertama. Ini menjadi bukti komitmen kesungguhan Jawa Timur mendukung program prioritas Presiden Prabowo,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (13/1/2026).
Saat ini, 26 titik layanan tersebut telah menampung 2.450 siswa dan diprediksi akan terus bertambah seiring adanya delapan pengajuan lokasi baru pada tahun 2026.***




