POJOKSATU.id, PANGKEP—Satu jenazah berjenis kelamin laki-laki ditemukan tim SAR gabungan di kedalaman jurang 200 meter di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel, Minggu (18/1).

Jenazah yang belum diketahui identitasnya ini sedang dievakuasi petugas gabungan korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh pada Sabtu siang (17/1).

Korban ditemukan pada koordinat 04°54’44” LS dan 119°44’48” BT di kedalaman jurang sekitar 200 meter berada di sekitar serpihan pesawat.

Baca Juga: Pencarian Pesawat ATR Berbuah Duka, Satu Korban Pesawat ATR Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku Sar Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, Minggu (18/1) menerangkan bahwa operasi SAR terus menunjukkan perkembangan.

Hingga Minggu (18/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban serta sejumlah serpihan pesawat di area operasi.

Tim yang berada di puncak Gunung Bulusaraung telah menemukan satu orang korban, yang saat ini tengah dievakuasi melalui jalur pendakian.

Selain itu, tim juga menemukan sejumlah serpihan pesawat berupa bagian rangka dan kursi, serta mengidentifikasi lokasi mesin pesawat berdasarkan pengamatan visual di lapangan.

“Pada pukul 14.20 Wita, ditemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki pada koordinat 04°54’44” LS dan 119°44’48” BT, di kedalaman jurang sekitar 200 meter, berada di sekitar serpihan pesawat. Saat ini proses evakuasi masih berlangsung,” jelas Arif.

Baca Juga: Penumpang Kru Pesawat ATR 42-500 Dimana, Badan Ekor Pesawat Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung

Muhammad Arif Anwar menegaskan bahwa operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mengedepankan keselamatan personel, serta koordinasi ketat antarunsur yang terlibat.

“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara maksimal, profesional, dan terukur. Setiap langkah diambil berdasarkan analisis risiko di lapangan,” katanya.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar seluruh proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono memastikan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Sabtu siang (17/1).

Baca Juga: Sosok Pilot dan Kopilot Pesawat ATR Milik IAT yang Jatuh di Gunung Bulusaraung, Berkiprah 38 Tahun

KNKT mengatakan insiden ini dinamakan sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT).

Namun KNKT memastikan tabrakan ini bukan sengaja dilakukan pilot Andy Dahananto.

"Kejadian ini kita namakan CFIT, controlled flight into terrain. Jadi memang pesawat nabrak bukit atau lereng, sehingga terjadi beberapa pecahan, serpihan, akibat benturan dengan lereng tadi," kata Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).

Di dalam pesawat nahas ini tercatat 11 orang terdiri dari 8 kru pesawat dan 3 penumpang pesawat.

Nama-nama kru yang beredar antara lain pilot Andy Dahananto, kopilot Farhan, dan kru yang lain seperti Yudha Mahardika, Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita dan Ester Aprilita.

Sementara tiga nama penumpang pesawat nahas ini antara lain Deden, Ferry dan Yoga.***