POJOKSATU.id – Drama politik yang menyeret nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali memanas.

Setelah Noel, mantan Wamenaker yang kini menjadi terdakwa kasus pemerasan, menyebut bahwa Purbaya berpotensi “di-Noel-kan”.

Istilah itu merujuk pada kemungkinan seseorang dijebak atau dijadikan tersangka seperti dirinya. Namun, Purbaya tidak tinggal diam.

Baca Juga: Satlantas Polres Karawang Pastikan Proses Hukum Laka Sampalan Sesuai Aturan

Ia membalas dengan pernyataan yang langsung membuat publik terbelalak.

Saat ditemui usai menghadiri Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking di Jakarta, Senin 26/1/2026, Purbaya menepis segala tudingan tersebut.

Dengan nada santai namun tegas, ia berkata, "Saya sih rasanya enggak ada urusan, saya hanya tanggung jawab ke presiden. Yang lain saya nggak peduli."

Baca Juga: SE Kemendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026: Upacara Bendera Wajib Setiap Senin, Ada Tambahan Ikrar dan Lagu Baru

dikutip Pojoksatu.id dari CNNIndonesia 26/1/2026.

Pernyataan itu seketika menjadi sorotan. Apalagi, beberapa jam kemudian, Purbaya kembali bersuara lebih keras menanggapi ucapan Noel.

Dalam kesempatan berbeda di kantornya, ia menegaskan bahwa dirinya tak pernah menerima uang sepeser pun di luar gaji resmi.

Baca Juga: Tembus QS Ranking ASEAN, ULM Duduki Peringkat 203 dari Ribuan Kampus

"Noel kan terima duit, gue mah nggak terima duit," ujarnya dikutip pojoksatu.id dari detikfinance 26/1/2026

Pernyataan itu bukan cuma sekali keluar dari mulut Purbaya.

Ia bahkan kembali menekankan bahwa gajinya sebagai Bendahara Negara sudah sangat cukup, sehingga tak ada alasan baginya untuk bermain uang di jalur gelap.

"Noel kan terima, kayaknya terima ya? Terima kan dia? Terima, kalau gue nggak terima duit. Gaji gue gede di sini, cukup. Jadi saya nggak tahu kenapa Pak Noel ngomong seperti itu. Mungkin dia sebel sama gue juga, saya nggak tahu," tuturnya.

Drama Noel vs Purbaya ini kontan memicu ledakan reaksi publik.

Baca Juga: Satlantas Polres Karawang Pastikan Proses Hukum Laka Sampalan Sesuai Aturan

Sebagian menilai Purbaya tengah mengirim pesan keras bahwa tuduhan liar tidak bisa sembarangan diarahkan kepada pejabat yang merasa tak bersalah.

Sementara pihak lain melihat ini sebagai babak baru dari kisruh yang semakin tak terduga.

Satu hal pasti pernyataan Purbaya sudah telanjur viral, dan publik kini menunggu langkah berikutnya dari dua tokoh yang tengah bersitegang ini.***