POJOKSATU.ID- Kasus tewasnya santriwati asal Malang berinisial AZ (15) yang diduga loncat dari lantai 3 asrama pesantren MBI Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto bukanlah bunuh diri.
Hal ini ditegaskan Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Nova Indra Pratama.
Nova, membantah isu bunuh diri yang jadi penyebab kematian santriwati asal Malang itu.
"Bukan bunuh diri. Kita tidak temukan indikasinya (bunuh diri) dari kejadian tersebut," terangnya dikutip dari Radar Mojokerto, Rabu (7/8).
Tindakan AZ yang nekat loncat dari lantai 3 itu, disebut Kasatreskrim karena alasan pribadi.
Baca Juga: Bey Machmudin Buka Roadshow Bus KPK 2024, Tingkatkan Komitmen Antikorupsi
AZ, diduga tidak betah tinggal di pondok pesantren. Bahkan, Loncatnya korban dari lantai 3 asrama juga karena korban hendak kabur.
"Korban (meloncat) berusaha kabur dari asrama mau pulang. Ternyata korban tidak betah tinggal di pondok," bebernya.
Dalam peristiwa ini sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Baik dari teman hingga keluarga korban.
"Dari teman korban ada yang menyampaikan itu. Tapi memang orang tua korban berkehendak supaya korban mondok di situ," sebut Nova.
AZ disebut tak betah tinggal di pondok karena kurang mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya itu.
Baca Juga: Sukses Besar: Super Indonesia Drag Round 1 Pecahkan Rekor di Meikarta
"Memang korban ini baru masuk pondok jadi masih adaptasi juga," urainya.
Saat kejadian, terang Nova korban juga beralasan untuk izin tidak mengikuti kegiatan pondok.
Namun ternyata, itu adalah siasat AZ yang memanfaatkan sepinya asrama untuk kabur.
Hal itu, juga dikuatkan dengan adanya tumpukan tiga kasur di sudut ruangan untuk memanjat jendela belakang asrama putri.
"Ada kursi dan kasur yang disusun korban untuk bisa kabur dari asrama," papar Nova.
Baca Juga: Honda DBL 2024-2025: 17 Tahun Mengorbitkan Bintang Basket Muda Indonesia
AZ disebut melemparkan satu tas ransel berisi berbagai barang miliknya terlebih dahulu.
Sebelum dirinya ikut meloncat dari ketinggian lebih dari tujuh meter itu.
"Ada saksi yang sempat dengar suara pertama seperti barang jatuh dari atas. Kemudian lagi yang kedua, ternyata itu korban yang jatuh," tukasnya. ***



