POJOKSATU.id - Setelah resmi dilantik sebagai Presiden RI, Prabowo Subianto tegas menyuarakan pemberantasan korupsi di pidato perdananya.
Prabowo menegaskan, pemberantasan korupsi harus dilakukan hingga ke akar.
"Kita harus berani menghadapi dan memberantas korupsi. Dengan perbaikan sistem, dengan penegakan hukum yang tegas, dengan digitalisasi, Insya Allah kita akan kurangi korupsi secara signifikan," tutur Prabowo.
Sementara para pemimpin harus bisa memberikan contoh yang baik untuk rakyat.
"Tapi ini harus kita lakukan seluruh unsur pimpinan harus memberi contoh, ing ngarso sung tulodo," tegasnya.
Prabowo lantas mengambil pepatah dimana ikan busuk dimulai dari kepalanya.
"Semua pejabat, dari semua eselon, dari semua tingkatan, harus memberi contoh untuk menjalankan kepemimpinan pemerintahan yang sebersih-bersihnya," ujar Prabowo.
Setelah memberikan contoh, pemimpin dan pejabat juga harus bisa melakukan penegakan hukum yang adil.
"Mulai contoh dari atas dan sesudah itu penegakan hukum yang tegas dan keras," tegasnya.
Dengan demikian, Prabowo menyakini masyarakat akan bebas dari kemiskinan.
"Semua kita percaya dan yakin, kita punya kekuatan menghilangkan kemiskinan dari bumi indonesia," sambung dia.
Selain menekankan kejujuran memimpin rakyat, Prabowo juga mengajak semua lapisan masyrakat bergandeng tangan menghadapi tantangan, baik yang muncul dari luar atau dalam negara.
"Tantangan yang besar yang kita hadapi ada yang berasal dari luar kita, tapi harus kita berani mengakui banyak tantangan kesulitan rintangan yang berasal dari diri kita sendiri," sebut Prabowo.
"Saya mengajak saudara-saudara, terutama unsur pimpinan dari semua kalangan, dari kalangan cendikiawan, ulama, pengusaha, pemimpin politik, pemuda dan mahasiswa, mari kita berani menghadapi tantangan-tantangan tersebut," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga meminta semua elemen bangsa untuk mawas diri.
Ia juga menekankan Indonesia harus berani mengoreksi dan memperbaiki diri.
"Kita harus menghadapi kenyataan, bahwa masih terlalu banyak kebocoran, penyelewengan, korupsi di negara kita," ungkapnya.
"Kita harus berani mengakui terlalu banyak kebocoran-kebocoran dari anggaran kita, penyimpangan-penyimpangan, kolusi di antara para pejabat politik, pejabat pemerintah di semua tingkatan dengan pengusaha-pengusaha yang nakal, pengusaha-pengusaha yang tidak patriotik, jangan takut melihat realita ini," sambung Prabowo.
Prabowo mengingatkan bahwa fakta tersebut berbahaya bagi generasi penerus.
Baca Juga: Pidato Pertama Presiden Prabowo Berapi-api, Kita Dukung Kemerdekaan Rakyat Palestina
Ia menilai perbaikan besar-besaran harus dilakukan, apalagi hingga saat ini masih banyak masyarakat yang hidup di bawah angka kemiskinan.
"Kita masih melihat sebagian saudara-saudara kita yang belum menikmati hasil kemerdekaan, terlalu banyak saudara-saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan,"
"Terlalu banyak anak-anak yang berangkat sekolah tidak makan pagi, terlalu banyak anak-anak kita yang tidak punya pakaian untum berangkat sekolah," tutur Prabowo.***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:




