POJOKSATU.ID – Insiden maut kembali terjadi di proyek pembangunan gedung bertingkat di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Empat pekerja dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tragis yang diduga kuat akibat paparan gas beracun di dalam sebuah tangki penampungan air.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat (3/4/2026) pagi di wilayah Jagakarsa.
Baca Juga: Apa Itu SMS Blast? Panduan Lengkap Layanan di Indonesia
Suasana proyek yang awalnya berjalan normal mendadak berubah mencekam saat para pekerja satu per satu tumbang di lokasi.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kejadian bermula ketika seorang mandor meminta pekerja untuk menguras tangki penampungan air bersih atau yang dikenal sebagai gelonteng di lantai dasar bangunan.
Saat proses pembongkaran penutup tangki dilakukan, salah satu pekerja tiba-tiba terjatuh ke dalam lubang tersebut.
Baca Juga: Ikuti Kebijakan Pusat, ASN Sulsel Segera WFH Setiap Jumat, Ini Penjelasan Pemprov
Melihat rekannya dalam bahaya, pekerja lain berinisiatif memberikan pertolongan tanpa menggunakan alat pelindung diri.
Namun nahas, upaya penyelamatan itu justru berujung petaka. Satu per satu pekerja yang mencoba menolong ikut terjatuh ke dalam tangki.
Situasi semakin genting ketika pekerja lain yang berada di sekitar lokasi mencoba melakukan evakuasi.
Baca Juga: ASN WFH Tiap Jumat Mulai April 2026, Fleksibel tapi Bikin Waswas Layanan Publik
Mereka mengaku merasakan hawa panas dan sesak napas yang menyengat dari dalam gelonteng tersebut.
Diduga kuat, kondisi di dalam tangki mengandung gas beracun yang berbahaya bagi manusia, sehingga menyebabkan para korban kehilangan kesadaran dalam waktu singkat.
Total empat pekerja dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian ini. Mereka diketahui berinisial YN (32), M (62), TS (63), dan MF (19).
Sementara itu, tiga pekerja lainnya dilaporkan mengalami sesak napas dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Para korban sempat dibawa ke RS Pasar Rebo sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Fatmawati.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya standar keselamatan kerja, terutama saat menangani ruang tertutup yang berpotensi mengandung gas berbahaya.***




