POJOKSATU.id, JAKARTA— Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyikapi pelaporan pendiri lembaga survei SMRC Saiful Mujani dan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi ke polisi.

Menurut Saleh yang juga Wakil Ketua Umum DPP PAN ini, pelaporan itu adalah potret implementasi dan keberpihakan pada penegakan hukum dan demokrasi.

Menurutnya, meskipun tanpa survei, namun diyakini banyak orang yang merasa terganggu dengan ajakan makar atau meng-impeachment Prabowo itu.

Baca Juga: Penjelasan Panjang Saiful Mujani Soal Pernyataan Mau Jatuhkan Presiden Prabowo di Tengah Jalan

"Orang awam saja sangat mudah memahami ajakan itu. Karena disampaikan di muka umum dan direkam secara utuh, dengan mudah pula tersebar di medsos,” kata Saleh kepada wartawan, Sabtu, 11 April 2026.

“Ajakan itu sangat potensial ditafsirkan secara salah. Akibatnya, sangat potensial menimbulkan kegaduhan dan ketidaktertiban,” ujarnya.

Saleh juga meyakini jika pihak kepolisian menonton video pernyataan Saiful Mujani, akan banyak pasal pelanggaran yang potensial ditemukan.

Tak menutup kemungkinan ada unsur pencemaran nama baik, ujaran kebencian, perbuatan tidak menyenangkan, ajakan untuk menurunkan pemerintahan yang sah, dan lain-lain.

Baca Juga: Sikapi Kasus Saiful Mujani, Guru Besar Hukum: Kritik Dianggap Ancaman Bisa Menjadi Negara Ketakutan

Dia menyebut bahwa memang semua orang memiliki hak untuk berbicara di muka umum.

Hanya saja, jika pembicaraannya dinilai mengganggu dan menimbulkan kegaduhan, hal itu boleh dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) untuk diperiksa.

Karena itu, pelaporan terhadap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi tersebut jangan dianggap remeh. Menurutnya, harus dilanjutkan karena semua orang memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.

"Pihak kepolisian sudah seharusnya menindaklanjuti pelaporan ini. Dengan begitu, penegakan hukum berlaku untuk semua. Jangan ada kesan bahwa jika aktivis yang dilaporkan, malah tidak diproses,” kata Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Saleh juga meyakini Presiden Prabowo Subianto tidak masalah dengan pidato Saiful Mujani dan Islah Bahrawi.

Faktanya, Prabowo sekarang sedang sibuk mengurus swasembada pangan, pengadaan energi baru terbarukan, pendidikan, kesehatan, bencana alam, dan berbagai program utama di dalam asta cita.

Bahkan, Saleh menyebut Kepala Negara terlihat tidak punya cukup waktu untuk menonton video yang viral tersebut.

"Kalaupun dilaporin, mungkin hanya menanggapi biasa saja. Bahkan mungkin hanya tersenyum tipis. Menandakan kalau itu hanyalah rintangan kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan,” tegasnya.

Dari catatan redaksi, total ada 4 laporan dilayangkan ke polisi buntut pernyataan Saiful Mujani tersebut.***