POJOKSATU.id - Jalan Tol Cipularang adalah jalan tol yang menghubungkan Kabupaten Purwakarta dan Bandung di Jawa Barat, yang selesai dibangun pada akhir April 2005.
Tol ini membentang dari Cikampek Purwakarta hingga Padalarang, melintasi Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Bandung Barat.
Dikarenakan jalurnya yang berada di pegunungan, Tol Cipularang memiliki banyak tanjakan dan turunan curam serta jembatan panjang dan tinggi.
Pembangunan Jalan Tol Cipularang dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama dimulai dengan pembukaan ruas Cikampek-Sadang pada 1 Agustus 2003 dan dilanjutkan dengan ruas Padalarang-Cikamuning yang dibuka pada 21 September 2003, dengan panjang total mencapai 17,5 kilometer.
Sementara itu, tahap kedua melanjutkan pembangunan dari Sadang-Cikamuning dan berhasil dibuka pada 26 April 2005 dengan panjang 41 kilometer.
Menggunakan tol ini, jarak Jakarta-Bandung dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam 30 menit dari Cawang.
Namun, jalan tol ini juga dikenal rawan kecelakaan, terutama pada ruas jalan antara kilometer 90 hingga kilometer 100.
Di daerah ini, terdapat tanjakan panjang dan curam bagi arus dari arah Jakarta, sementara arus sebaliknya mengalami turunan panjang.
Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat tambahan lajur bagi truk dan bus yang melaju perlahan.
Berikut adalah rentetan kecelakaan maut berdasarkan tahun di Tol Cipularang, antara kilometer 90 hingga kilometer 100.
2011 Istri Saiful Jamil
Pada 3 September 2011, sekitar pukul 10.00 WIB, sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Km 79 Tol Cipularang arah Jakarta.
Sebuah mobil niaga yang terguling setelah menabrak pagar beton pembatas jalan di sisi menuju arah Jakarta.
Kecelakaan ini merenggut korban jiwa, yaitu Virginia Anggraeni, yang merupakan istri dari pedangdut Saiful Jamil. Virginia meninggal dunia di tempat.
Sementara Saiful Jamil yang juga berada di dalam mobil mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Selain Saifull dan almarhumah Virginia, masih ada lagi empat perempuan kerabat keluarga mereka yang turut dalam mobil tersebut.
Kecelakaan tunggal ini terjadi saat Saiful Jamil dan istrinya sedang dalam perjalanan.
Mobil niaga yang yang dikemudikan Saiful melaju kencang dan menabrak pagar beton pembatas jalan.
Beberapa hari setelah kejadian tersebut, tepatnya pada 7 September 2019, Tol Cipularang kembali merenggut nyawa.
Kali ini, enam orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka dalam sebuah kecelakaan yang terjadi di kilometer 93+100.
Kecelakaan melibatkan minibus travel Citra dengan nomor polisi B-2013-YX, di kawasan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
2012 Bus Pariwisata Tabrak Truk Tronton
Pada 22 Desember, sebuah kecelakaan tragis terjadi di Tol Cipularang KM 100, di perbatasan Purwakarta - Bandung, yang merenggut tujuh nyawa dan menyebabkan puluhan orang lainnya terluka.
Kecelakaan melibatkan dua kendaraan, yaitu bus pariwisata Perusahaan Otobus Tristart dengan nomor polisi R-1696-EA yang bertabrakan dengan truk tronton.
Menurut informasi yang diperoleh dari polisi setempat, kecelakaan terjadi setelah bus yang membawa rombongan wisatawan melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bandung menuju Jakarta.
Saat melintasi KM 100, bus yang dikemudikan oleh Sarjimin tiba-tiba kehilangan kendali, bergeser ke lajur lambat, dan akhirnya bertabrakan dengan truk tronton pengangkut pasir.
Baca Juga: Tol Cipularang Purbaleunyi Arah Jakarta Dibuka Satu Jalur, Ini Kata Kapolda Soal Kecelakaan di KM 92
2013 Kecelakaan Beruntun 12 Kendaraan
Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang arah Jakarta, antara KM 93 hingga KM 100, sekitar pukul 15.15 WIB pada Selasa (21/5/2013).
Sebanyak 12 kendaraan, termasuk dua bus Primajasa, terlibat dalam insiden ini. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Dalam kecelakaan beruntun di KM 93 ini, terdapat 12 kendaraan yang terlibat. Kendaraan-kendaraan itu meliputi mobil Innova D 1778 HO, Innova D 1699 MI, Avanza D 212 FC, Innova 1623 SHS, Bus Primajasa D 7841 ZX, APV D 1606 UP, Minibus Elf D 2562 DN, Grand Max B 9381 V, Bus Primajasa B 7353 EH, Innova 1623 SKJ, Ford B 9332 EL, dan Avanza B 1190 KQH.
Kecelakaan ini diduga disebabkan oleh salah satu bus Primajasa yang mengalami kegagalan rem, hingga akhirnya menabrak delapan kendaraan yang berada di depannya.
2014 Truk Tronton Melarikan Diri
Pada 26 April 2014, kecelakaan terjadi di Jalan Tol Cipularang Kilometer 87, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan enam lainnya terluka.
Baca Juga: Bayang-Bayang Maut Kembali Menghantui Tol Cipularang di Balik Kecelakaan Beruntun
Kecelakaan ini melibatkan sebuah minibus bernomor polisi B-1051-KI dan sebuah truk tronton yang melarikan diri sehingga nomor polisi truk tidak diketahui.
Korban tewas dalam kejadian ini adalah Yogi dari Desa Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Bandung, Dewi Wulaningrum dari Desa Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, Bandung, dan Andri Wijaya dari Desa Rahayu, Kecamatan Marga Asih, Bandung.
Menurut informasi yang diperoleh, minibus yang melaju dengan kecepatan tinggi dari Bandung menuju Jakarta menabrak truk tronton yang berada di depannya di Kilometer 87.
Akibatnya, tiga orang meninggal dan enam orang lainnya yang terluka segera dibawa ke Rumah Sakit MH Thamrin Purwakarta.
2015 Wakil Bupati Garut
Pada 5 April 2015, sekitar pukul 03.00 WIB, Wakil Bupati Garut periode 2014–2019, Helmi Budiman, mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol Padalarang-Cileunyi, Bandung.
Dalam kejadian tersebut, Helmi yang sedang dalam perjalanan bersama istri dan anak-anaknya untuk menghadiri sebuah acara di Bandung, mengalami luka-luka dan langsung mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Santosa Bandung.
2016 Sopir Bus Primajasa Mengantuk
Pada 6 September 2016, sebuah kecelakaan terjadi di Jalan Tol Cipularang Km 73.200/B, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, melibatkan Bus Primajasa yang mengangkut 40 penumpang.
Bus tersebut menabrak truk dan minibus Daihatsu Grand Max, yang mengakibatkan seorang korban meninggal dunia.
Baca Juga: Cerita Korban Selamat Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang: Mobil di Belakang Kami Melayang
Kombes Yusri Yunus, Kepala Bidang Humas Polda Jabar, mengungkapkan bahwa korban yang meninggal adalah kernet bus, sementara tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan beruntun ini bermula ketika Bus PO Primajasa dengan nomor polisi B 7409 PV, yang menuju Jakarta dari Bandung, melaju tak terkendali.
Polisi menduga bahwa sopir bus mengantuk sehingga menabrak truk Dumtruk Mitsubishi dengan nomor polisi F 9888 AB, yang kemudian terguling.
Setelah itu, bus oleng ke kanan dan menabrak kendaraan Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi D 8571 EG yang melaju di jalur cepat.
2017 Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan
Pada 18 Mei 2017, sebuah kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan di jalan Tol Cipularang Kilometer 91, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Arman Sahti, mengungkapkan bahwa kecelakaan ini terjadi di Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, ketika kendaraan-kendaraan tersebut melaju dari arah Bandung menuju Jakarta.
Kecelakaan melibatkan kendaraan-kendaraan seperti truk trailer, minibus Daihatsu Luxio, minibus Mazda, Isuzu Panther, dan minibus Freed, serta beberapa kendaraan lain termasuk microbus ELF City Trans dan minibus Toyota Avanza.
Baca Juga: Polda Jabar Ungkap Kronologi Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang Purbaleunyi, Situasi Hujan Deras
Akibatnya, seorang korban meninggal di lokasi kejadian, sementara dua orang lainnya meninggal di Rumah Sakit MH Thamrin.
Selain itu, dua orang mengalami luka berat dan 26 orang lainnya mengalami luka ringan. Semua korban yang terluka dibawa ke Rumah Sakit MH Thamrin dan Rumah Sakit Siloam Purwakarta untuk mendapatkan perawatan medis.
2019 Kecelakaan Beruntun 15 Kendaraan
Pada awal tahun 2019, tepatnya 28 Januari 2019, terjadi kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah bus di Kilometer 70.400 Tol Cipularang arah Jakarta.
Bus tersebut melaju dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba oleng, dan menabrak pembatas jalan sebelum terbalik ke dalam parit. Kecelakaan ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Sebelum akhir tahun, yaitu pada 2 September 2019, terjadi kecelakaan beruntun di KM 91 Tol Cipularang yang melibatkan sekitar 15 kendaraan, empat di antaranya terbakar.
Kecelakaan ini mengakibatkan sedikitnya enam orang meninggal dunia.
Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan 8 orang terluka dan mereka segera dilarikan ke beberapa rumah sakit, seperti RS Bayu Asih Purwakarta, Rumah Sakit Siloam Purwakarta, dan Rumah Sakit Thamrin Purwakarta.
Kecelakaan beruntun ini terjadi karena situasi lalu lintas yang padat, dengan empat kendaraan yang terbakar akibat tabrakan tersebut.
2022 Kecelakaan Maut 17 Kendaraan
Pada 26 Juni 2022, terjadi kecelakaan besar di Km 92 Tol Cipularang yang melibatkan 17 kendaraan.
Kecelakaan ini dipicu oleh rem blong pada bus Laju Prima, yang menyebabkan 4 orang mengalami luka berat dan 16 orang lainnya luka ringan.
Kecelakaan beruntun tersebut terjadi sekitar pukul 20.20 WIB di jalur Jakarta.
Kecelakaan dimulai ketika bus Laju Prima, dengan nomor polisi B 7602 XA, melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Bus tersebut menabrak beberapa kendaraan di depannya karena diduga mengalami masalah pada rem.
Menurut Denny, kecelakaan beruntun ini melibatkan banyak kendaraan karena situasi lalu lintas yang padat saat kejadian.
Saksi mata mengungkapkan bahwa bus Laju Prima melaju dengan kecepatan tinggi dan menyalip beberapa kendaraan sebelum akhirnya tidak terkendali.
Korban yang terluka langsung dilarikan ke RS Abdul Radjak Purwakarta untuk mendapatkan perawatan. ***
#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.




