Profil Vicky Siswa SMA Jalan Kaki Tiap Hari Ciputat-Depok untuk Sekolah, Kisah Anak Soleh Menyayat Hati
POJOKSATU.id, JAKARTA - Kisah Vicky siswa SMA jalan kaki tiap hari 16 kilometer dari Ciputat, Tangsel ke Depok, Jawa Barat, viral di media sosial.
Vicky viral setelah videonya pingsan di trotoar diunggah seorang netizen melalui media sosial.
Kisah dan cerita hidup siswa SMA jalan kaki tiap hari untuk sekolah dari Ciputat ke Kota Depok itu pun menggugah hati publik.
Bagaimana tidak, Vicky harus menempuh jarak 16 kilometer dari rumahnya ke sekolah, setiap hari.
Hal itu dikarenakan karena memang ketiadaan biaya.
Bahkan dikabarkan ada sejumlah masyarakat mendatangi rumah Vicky untuk memberikan sumbangan hasil dari open donasi.
Berikut ini profil Vicky, siswa SMA jalan kaki tiap hari dari Ciputat, Tangsel ke Depok, Jaw Barat, untuk bersekolah.
Anak Pertama
Diketahui, Vicky adalah anak tertua dari 4 bersaudara. Adik-adiknya juga masih bersekolah dan masih kecil.
Saat ini, Vicky tercatat merupakan salah satu siswa kelas 3 di sebuah SMA di Bojongsari Lama, Kota Depok.
Dia juga diketahui tengah menjalani ujian dan segera merampungkan jenjang SMA dalam waktu dekat ini.
Jalan 16 kilometer setiap hari untuk bersekolah, rela dijalani Vicky lantaran ketiadaan biaya.
BACA JUGA: Alasan Vicky Siswa SMA Asal Ciputat Sekolah Jalan Kaki ke Depok Tolak Open Donasi, The Real Anak Soleh
Itu setelah ayahnya yang selama ini jadi tulang pungung keluarga terkena stroke.
Hal itu membuat usaha jualan ikan hias yang dijalani ayahnya pun terhenti dan membuat pemasukan keluarga menjadi nihil.
Sementara ibunya tidak bekerja karena hanya sebagai ibu rumah tangga.
Sebagai anak pertama, Vicky rela berjalan kaki setiap hari sejauh 16 kilometer dari Ciputat, Tangsel, sampai ke Kota Depok, setiap hari.
Itu ia lakukan karena tekadnya yang besar untuk menuntaskan sekolahnya untuk kemudian bekerja demi menggantikan peran ayahnya sebagai tulang punggung keluarga.
Jadi juru parkir
Karena memiliki tanggung jawab besar sebagai anak pertama, Vicky rela menjalani kerja apapun untuk mendapat pemasukan.
Salah satu yang dijalani selama ini adalah menjadi juru parkir.
Pendapatan sebagai juru parkir pun tidak banyak. Hanya Rp10 ribu sampai Rp15 ribu saja per harinya.
BACA JUGA: Kisah Menyayat Hati di Balik Siswa SMA asal Ciputat Jalan Kaki Pulang-Pergi Tiap Hari Sekolah ke Depok
Itupun tidak setiap hari bisa ia lakoni. Dalam seminggu, Vicky hanya bisa bekerja sebagai juru parkir selama 3 hari saja.
Uang yang didapat dari menjadi juru parkir pun tidak ia habiskan sendiri, tapi diberikan kepada orang tuanya untuk dipakai berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Seperti membeli beras, mie instan sampai telur.
Tidak pernah bolos sekolah
Meski harus berjalan setiap hari sejauh 16 kilometer dari Ciputat ke Depok, tapi Vicky tidak pernah membolos sekolah.
Vicky memiliki tekad besar cepat lulus dan bekerja untuk membiayai keluarganya.
sayangnya, keinginan Vicky itu juga terhalang karena ia dibayangi tak bisa menebus ijazah yang ia perlukan untuk melamar pekerjaan.
BACA JUGA: Ini Kehidupan Sehari-hari Siswa SMA yang Jalan Kaki ke Sekolah, Juru Parkir Penghasilan Rp10 Ribu Saja
Selain harus menebus ijazah, Vicky juga masih harus melunasi uang ujian yang juga masih belum terbayarkan.
Semua biaya itu nunggak dan belum bisa dibayar. Bukan saja uang ujian dan ijazah, Vicky juga belum membayar SPP bulanan.
"Nunggak, gak bisa ambil ijazah. Nanti mau minjem temen duit Rp 5 jutaan buat bayar uang ulangan 2 bulan, ujian, SPP juga," ungkap Vicky.
Ingin kuliah jurusan IT
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, sudah menawarkan kepada Vicky untuk pindak sekolah dengan jarak yang lebih dekat dengan rumahnya di Ciputat, Tangsel.
Tawaran itu ditolak karena saat ini Vicky tengah menghadapi ujian dan sebentar lagi akan menuntaskan jenjang SMA di Kota Depok.
Akan tetapi, Vicky mengungkap keinginannya yang sangat besar agar bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.
Karena itu ia menawarkan program beasiswa perguruan tinggi kepada Vicky.
BACA JUGA: Siswa SMA asal Ciputat Viral Kelelahan Jalan Kaki Pulang-Pergi Sekolah di Depok Dihadiahi Sepeda Pilar Saga
"Insyaallah bisa dibantu dengan program untuk melanjutkan ke perguruan tinggi," ucap Pilar.
Disebutkan pula bahwa Vicky sangat berkeinginan bisa berkuliah di jurusan teknologi informasi atau IT.
"Tadi katanya mau lanjutin ke IT ya?" tanya dia yang dijawab Vicky dengan anggukan kepala.
Keinginan Vicky adalah dirinya bisa berkuliah sambil bekerja sehingga tetap bisa menghidupi keluarganya.
Tidak mau dianggap minta santunan
Kepada Pilar Saga Ichsan, Vicky juga menceritakan bahwa dirinya didatangi sejumlah masyarakat yang hendak menyerahkan sumbangan dari open donasi.
Sumbangan itu berasalah dari masyarakat yang iba dan tersentuh dengan kisahnya yang viral di media sosial.
Akan tetapi, Vicky menolak bantuan tersebut. Hal itu disampaikan Vicky kepada Pilar Saga.
"Bukan bermaksud menolak rezeki, ia hanya merasa malu dengan kondisinya, ia tidak mau dianggap meminta santunan dari orang lain," ungkap Pilar Saga.
Pilar menyebut, Vicky selama ini sama sekali tidak mengharap bantuan dan iba dari masyarakat.
"Vicky sama sekali tidak mengharapkan bantuan atau mengumpulkan uang dan membebani orang lain. Sama sekali tidak," kata Pilar.
"Karena Vicky ini cuma ingin membahagiakan orang tua dan keluarganya, ingin bisa sekolah, melanjutkan ke perguruan tinggi sambil bekerja untuk jadi tulang punggu keluarga. Adik-adiknya juga masih kecil-kecil," sambungnya.
Sebaliknya, kata Pilar, Vicky hanya mengharapkan doa yang tulus dan masyarakat.
"Jadi, kalau ada yang punya niat baik bantu Vicky, kata Vicky, doakan saja,"
"Doakan saja mudah-mudahan Vicky sehat dan bisa membanggakan orangtuanya,' ujar Pilar Saga yang disambut anggukan kepala oleh Vicky.
Itulah informasi profil Vicky, siswa SMA jalan kaki 16 kilometer setiap hari dari Ciputat, Tangsel, Banten, ke Bojongsari Lama, Kota Depok, Jawa Barat. (Guruh/Pojoksatu)
Berita dan konten menarik lainnya bisa dibaca di Google News




