POJOKSATU.ID – Belum lama ini Toto Soegriwo, produser film animasi Merah Putih One for All ramai disorot publik.

Tidak lain, hal ini terjadi lantaran film animasi yang digarapnya itu dinilai berkualitas rendah dari segi audio dan visual.

Ditambah, anggaran sebesar Rp6,7 miliar dalam pembuatan film tersebut diduga berdasarkan suntikan pemerintah.

Baca Juga: Siapa Aditya Hanafi? Pembunuh Karya Listyanti Pertiwi Pegawai BPS Halmahera Timur Demi Judol Dikenal Karyawan Berprestasi

Menyikapi hal ini, Toto Soegriwo dengan tegas membantah adanya andil pemerintah dalam pendanaan film animasi Merah Putih One for All.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik Toto pada Selasa (12/8/2025).

Dalam unggahannya, produser film animasi tersebut tampak memberikan klarifikasi atas kegaduhan yang sedang terjadi.

Baca Juga: PHK Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan, Ini Prosedur dan Hak Pekerja yang Dijamin Undang-Undang

“Saya Toto Soegriwo, selaku produser denagn tegas menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan merupakan fitnah keji,” terangnya.

“Kami tidak pernah menerima satu rupiah pun dana dari pemerintah, apalagi melakukan tindakan korupsi,” lanjutnya.

Perlu diketahui, film animasi Merah Putih One for All sendiri baru saja digarap pada (6/2025) kemarin.

Baca Juga: PLN Hadirkan Promo Energi Kemerdekaan, Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik Sambut HUT ke-80 RI

Berdasarkan informasi dihimpun, Merah Putih One for All merupakan film animasi yang bertemakan dengan Hari Kemerdekaan RI.

Dengan sinopsis, perjuangan sejumlah anak daerah dalam menyelamatkan bendera merah putih yang hilang sebelum hari kemerdekaan.

Yang mana, karya Perfiki Kreasindo sebagai production house itu akan ditayangkan di bioskop secara serentak pada Kamis (14/8/2025).

Baca Juga: Profil Pegawai BPS Haltim Karya Listyanti Pertiwi Dibunuh Rekan Kerja, Bapaknya Bukan Orang Sembarangan

Tidak heran, dari proses penganggaran, pembuatan, dan pengemasan hasil produksi dinilai terlalu terburu-buru.

Sebab, kualitas yang ditampilkan dalam film animasi Merah Putih One for All sangat jauh dari kata sempurna.

Ditambah, anggaran sebanyak miliaran rupiah itu disebut bertolak belakang dengan output yang diperoleh. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov