POJOKSATU.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan keras terkait kebocoran kekayaan negara.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terlalu banyak kekayaan Indonesia yang gagal dijaga, bahkan diduga dicuri dan dibawa lari ke luar negeri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang disiarkan secara virtual, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Wajib Tahu! Penerima PIP SD-SMA Harus Aktivasi Rekening Sebelum 28 Februari 2026
Di hadapan warga NU, Prabowo berbicara terbuka mengenai kondisi nyata pengelolaan kekayaan nasional.
“Ternyata saya menemukan bahwa terlalu banyak kekayaan kita yang tidak berhasil kita jaga. Terlalu banyak kekayaan negara yang dicuri, terlalu banyak kekayaan Indonesia yang hilang dari tanah kita, dan terlalu banyak yang dibawa lari ke luar negeri,” tegas Prabowo, dikutip pojoksatu.id dari detik.com.
Ia menuturkan, sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia, dirinya secara serius mempelajari data, fakta, serta kondisi riil di lapangan terkait potensi kekayaan bangsa.
Dari hasil pengamatan tersebut, Prabowo mengaku takjub karena Indonesia dianugerahi sumber daya alam dan potensi ekonomi yang luar biasa besar.
Namun di sisi lain, Prabowo juga merasa prihatin karena kekayaan tersebut belum sepenuhnya dikelola dan dilindungi dengan optimal.
Ia menilai masih ada celah besar yang dimanfaatkan oknum tertentu untuk merugikan negara dan rakyat.
Baca Juga: Kabar Baik! 8.394 Peserta PBI JK Non Aktif Kini Aktif Kembali, Ini Cara Mengurusnya
“Indonesia ini kaya luar biasa. Tapi kekayaan itu belum sepenuhnya kita jaga dengan baik,” ujar Prabowo.
Menurutnya, praktik korupsi, manipulasi, dan penipuan menjadi faktor utama mengapa kekayaan negara terus bocor.
Ia pun menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya tidak akan bersikap ragu dalam menghadapi persoalan tersebut.
“Saya dan pemerintah yang saya pimpin tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, segala bentuk penipuan, segala bentuk manipulasi, dan segala bentuk penggarongan atas kekayaan rakyat Indonesia,” tegasnya.
Prabowo menilai, kebocoran kekayaan negara bukan hanya merugikan keuangan nasional, tetapi juga menghambat kesejahteraan rakyat.
Dana yang seharusnya digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan justru dinikmati segelintir pihak.
Ia juga mengingatkan bahwa kekayaan bangsa harus dijaga sebagai amanah konstitusi dan tanggung jawab moral kepada generasi mendatang.
Menurut Prabowo, tidak ada alasan untuk membiarkan praktik-praktik yang merugikan negara terus berlangsung.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Jaminan Pensiun Bisa Cair Bulanan atau Sekaligus, Ini Penjelasan Lengkapnya
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh agama dan masyarakat sipil, untuk ikut mengawasi dan menjaga kekayaan Indonesia.
Ia menekankan bahwa perjuangan melawan korupsi dan kebocoran aset negara membutuhkan keberanian dan persatuan.
Pernyataan tegas Presiden tersebut pun kembali menegaskan arah pemerintahan Prabowo yang berkomitmen memperkuat kedaulatan ekonomi nasional serta memastikan kekayaan Indonesia benar-benar dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.***




