POJOKSATU.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan komunikasi langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi sekaligus Perdana Menteri, Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (Pangeran MBS), di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Percakapan melalui sambungan telepon tersebut berlangsung pada Rabu (11/3/2026) waktu setempat dan membahas situasi geopolitik yang tengah memanas akibat eskalasi konflik militer di kawasan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan bahwa kedua pemimpin negara tersebut menyoroti perkembangan terbaru terkait meningkatnya ketegangan militer serta dampaknya terhadap stabilitas regional maupun global.

Baca Juga: Sejarah Universitas Borneo Tarakan, Kampus Perbatasan Indonesia yang Resmi Menjadi PTN Tahun 2010

Dalam pembicaraan itu, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menghentikan tindakan militer yang berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Menurut Prabowo, konflik bersenjata yang terus berlanjut berisiko mengancam stabilitas tidak hanya di kawasan Timur Tengah, tetapi juga berdampak pada keamanan dunia secara keseluruhan.

“Presiden Indonesia menekankan perlunya penghentian segera tindakan militer di kawasan serta memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat merusak keamanan dan stabilitas regional,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi terkait isi percakapan tersebut.

Baca Juga: Sejarah Universitas Borneo Tarakan, Kampus Perbatasan Indonesia yang Resmi Menjadi PTN Tahun 2010

Ketegangan di Timur Tengah memang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir setelah sejumlah serangan militer terjadi dan melibatkan beberapa negara di kawasan.

Pemerintah Indonesia sebelumnya juga telah menyampaikan sikap resmi terkait konflik tersebut. Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghentikan aksi militer.

Secara khusus, Indonesia meminta Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran.

Baca Juga: Heboh Pengurusan BPJS PBI Berbayar, Oknum ASN Dinsos Lebak Banten Dilaporkan Warga

Di sisi lain, Iran juga diminta untuk menghentikan tindakan yang menargetkan negara-negara lain di kawasan.

Beberapa negara yang disebut terdampak situasi keamanan di kawasan antara lain Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, serta Yordania.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa semua pihak harus menghormati hukum internasional, khususnya terkait larangan penggunaan kekuatan militer terhadap kedaulatan dan integritas wilayah suatu negara.

Melalui komunikasi dengan Pangeran MBS tersebut, Indonesia berharap ketegangan di Timur Tengah dapat segera mereda sehingga stabilitas kawasan dan keamanan global dapat kembali terjaga.***