POJOKSATU.id, MEDAN—Polrestabes Medan melakukan adegan pra rekonstruksi tewasnya ibu rumah tangga Faizah Soraya (42) di dalam rumahnya di Jalan Dwikora, Tanjung Rejo, Medan Sunggal, Kota Medan, Minggu (14/12).
Namun terkait penetapan siapa tersangka, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak enggan membeberkan secara rinci.
Menurut Kombes Calvijn, hingga kini pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan assessment psikologis terhadap anak yang berhadapan dengan hukum yang dilakukan Dinas Perlindungan Anak serta pihak terkait lainnya.
“Mudah-mudahan di minggu ini hasil assessment tersebut dapat kami terima. Pemeriksaan dilakukan oleh pendamping, baik psikolog, Dinas Perlindungan Anak, Bapas, tim terkait lainnya, termasuk KPAI, agar seluruh proses ini bisa terang benderang,” tegas mantan Dirnarkoba Polda Sumut ini, Minggu (14/12).
Calvijn mengimbau masyarakat bersabar mengingat perkara ini melibatkan anak di bawah umur sebanyak dua orang yang merupakan anak kandung korban.
“Perlu diingat, tolong bersabar dan mari kita jaga bersama kasus ini karena kami menangani perkara anak yang berusia 12 tahun 37 hari saat kejadian,” katanya.
“Apabila sudah layak untuk kami informasikan, tentu akan kami sampaikan,” ujarnya lagi.
Enam Jam Pra Rekontruksi
Polrestabes Medan melakukan adegan pra-rekonstruksi selama enam jam. Polisi memperagakan 43 adegan dalam kematian Faizah Soraya alias Ayu.
Baca Juga: Sosok AH Diduga Manajer BUMN, Suami Faizah Soraya yang Disebut Dibunuh Putrinya Sendiri di Medan
“Pra-rekonstruksi ini yang kedua. Pra-rekonstruksi pertama dilakukan di Polrestabes dengan pemeran pengganti. Kali ini dilakukan sesuai dengan fakta aslinya,” ucapnya.
Pihaknya juga melakukan penggeledahan di TKP. Sejumlah barang turut diamankan untuk didalami lebih lanjut.
“Ada beberapa barang yang kami bawa untuk didalami,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas P3AKB Provinsi Sumatera Utara, Dwi Endah Purwanti, menyebutkan hingga kini kondisi SAS cukup baik. Menurutnya, mereka hanya menunggu proses dari kepolisian.
"Kondisi anak bagus, sehat, Mudah-mudahan. Kita tunggu saja nanti konferensi pers ya," ujarnya.
Dia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan foto-foto SAS.
"Kita melakukan pendampingan. Tolong jangan disebarkan foto-foto anak. Karena itu bagian dari perlindungan anak," katanya, Minggu (14/12/2025).




