POJOKSATU.ID - Ibukota kembali menjadi pusat perhatian publik.

Sejak Senin pagi, 3 November 2025, dua titik di Jakarta Pusat, kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Senayan.

yang menjadi lokasi unjuk rasa yang diikuti ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat.

Pihak kepolisian pun tak tinggal diam.

Baca Juga: Lagi, Pebalap Binaan Astra Honda Melesat Kencang di Barcelona Ciptakan Sejarah untuk Indonesia

Sebanyak 1.075 personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya.

Dan instansi terkait dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi agar tetap tertib dan kondusif.

Kapolres Metro Jakarta menegaskan kami sudah menyiapkan personel untuk menjaga keamanan, terutama di sekitar Monas dan Senayan.

"Fokus kami memastikan kegiatan masyarakat tetap berjalan normal,” ujar Kapolres Metro Jakarta, dikutip dari Liputan6, Senin 3 November 2025.

Baca Juga: Onad Ajukan Surat Rehabilitasi ke BNN, Hasil Assesment Menunggu dari BNNP

Menurut informasi resmi kepolisian, aksi pertama digelar di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas).

Oleh elemen masyarakat yang tergabung dalam Tim Advokasi Jamsos Indonesia (TAJI).

Mereka menuntut perbaikan sistem jaminan sosial nasional dan menolak kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat kecil.

Sementara itu, aksi kedua berlangsung di kantor Inpex Corporation, kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Massa dari Aliansi Perjuangan Keadilan Rakyat Tanimbar (APKRT) menyuarakan tuntutan terkait proyek migas di Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Mereka menilai, perusahaan belum transparan soal dampak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Meski berlangsung di dua titik berbeda, kepolisian memastikan seluruh personel telah disebar secara proporsional.

Hingga menjelang siang, dua aksi massa yang digelar di Jakarta berlangsung dalam suasana tertib dan terkendali.

Baca Juga: PPAT Awards 2025, Wujud Kolaborasi Solid Antara Kantor Pertanahan dan PPAT

Di kawasan Monas, ratusan peserta dari TAJI (Teman Aksi Jaminan Indonesia) menyampaikan aspirasi mereka.

Melalui orasi dan poster besar yang menuntut perhatian pemerintah terhadap isu kesejahteraan sosial.

Mereka menyoroti pentingnya jaminan sosial yang nyata bagi rakyat, bukan sekadar janji politik menjelang tahun politik baru.

Sementara itu, di kawasan Senayan, kelompok APKRT (Aliansi Pesisir Kepulauan Rempang-Tanimbar) menggelar aksi dengan cara yang lebih simbolis.

Baca Juga: Truk Tambang Masih Bandel, DPRD Banten Minta Pengawasan Diperketat Siang Dan Malam

Mereka menampilkan pertunjukan teatrikal yang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir Tanimbar yang terdampak aktivitas eksplorasi minyak dan gas bumi.

Dalam adegan tersebut, para peserta mengenakan pakaian nelayan, membawa jaring robek, dan menaburkan pasir sebagai simbol rusaknya ekosistem laut.

Aksi itu sempat menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di sekitar Gelora Bung Karno.

Aparat kepolisian tampak berjaga dengan siaga namun tetap humanis.

Personel dari Satuan Samapta dan Brimob Polda Metro Jaya ditempatkan di beberapa titik strategis.

Termasuk di depan gedung DPR dan area sekitar GBK.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi penambahan massa dari berbagai daerah yang mungkin datang bergabung.

Menjelang sore, situasi di kedua lokasi masih dalam kondisi aman dan kondusif.

Tidak ada laporan tindakan anarkis atau bentrokan.

Baca Juga: SMK KAL 2 Surabaya Sediakan Jurusan Teknika Kapal Niaga, Cetak Generasi Unggul dan Kompeten

Pihak kepolisian memastikan pemantauan tetap dilakukan hingga seluruh massa membubarkan diri dengan tertib.

Sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan ruang publik dan kebebasan berekspresi warga negara.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu di media sosial.

Warga sekitar Monas dan Senayan juga diimbau membatasi aktivitas di sekitar lokasi demo.

Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu di OKU, Peluang Penyesuaian dan Potensi Kenaikan, Benarkah Mengikuti UMK?

Sementara bagi para pegawai kantor di kawasan tersebut.

Disarankan menyesuaikan jam berangkat dan pulang kerja agar terhindar dari kemacetan.

Di sisi lain, sejumlah pedagang kaki lima justru mengaku mendapat berkah dari keramaian aksi.***