POJOKSATU.id, JAKARTA-- Plt Kapusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan pejabat BNPB yang ada di video viral merupakan dirinya.
Dia mengatakan wawancara di video soal gempa NTT dilakukan pada Kamis (20/8/2026) pekan lalu sekira pukul 20.00 WIB di sebuah rumah makan dekat Bandara Labuan Bajo.
"Kami memahami adanya video yang beredar dan persepsi yang kemudian muncul di media sosial. Namun perlu kami luruskan konteksnya,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (25/8).
Baca Juga: Prabowo Berencana Tak Impor Lagi Minyak Bumi dan LPG, Tanggal Merah Pun Tetap Bekerja
“Pada saat video tersebut dilakukan, pejabat BNPB yang bersangkutan sedang menjalankan tugas komunikasi publik, yaitu memberikan wawancara secara langsung kepada salah satu televisi swasta nasional mengenai perkembangan penanganan gempa NTT,” ujarnya.
“Kegiatan tersebut dilakukan pada malam hari, di luar jam kerja kantor," kata Berton.
Berton menjelaskan, lokasi rumah makan tempatnya melakukan wawancara daring itu hanya berjarak 10 langkah dari Bandara Labuan Bajo.
Dalam konteks penanganan gempa NTT, Labuan Bajo bukan hanya menjadi tempat persinggahan, tapi menjadi salah satu titik penting operasi BNPB.
"Kita perlu melihat konteks lokasi tersebut. Labuan Bajo pada saat itu bukan sekadar tempat persinggahan, tetapi merupakan salah satu simpul penting operasi BNPB, termasuk penerimaan dan distribusi logistik untuk wilayah Flores bagian barat," katanya.
"Jadi, keberadaan seseorang di tempat tersebut tidak dapat langsung diartikan bahwa yang bersangkutan sedang tidak bekerja atau tidak berada dalam rangkaian operasi penanganan bencana," sambungnya.
Sebelumnya, sebuah video wawancara pejabat BNPB di stasiun televisi swasta menjadi perbincangan di media sosial.
Pejabat itu diviralkan sedang memberikan keterangan wawancara daring dari sebuah kafe.
Dalam video yang beredar, pejabat tersebut berada di salah satu sudut ruangan tempat makan.
Dia memberikan informasi mengenai penanganan gempa di NTT.***




