POJOKSATU.ID- Pesawat milik TNI AU Jatuh di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis 16/11/2023

Lokasi pesawat jatuh itu terjadi di desa Keduwung, Kecamatan Puspo, tepatnya di lereng Gunung Bromo.

Diduga ada dua pesawat yang jatuh sekaligus

Belum diketahui bagaimana kronologi peristiwa itu terjadi. Termasuk adanya korban jiwa dalam insiden itu.

Baca Juga: Hasil Seleksi Administrasi PPG Prajabatan Gelombang 3 Telah Diumumkan, Cek Kelulusan dan Tahapan Selanjutnya!

Warga menyebutkan, ada dua lokasi yang menjadi titik jatuhnya pesawat.

“Pesawat jatuh.. pesawat jatuh. Lokasi Watugedek,” teriak seseorang dalam video tersebut.

Sebelumnya juga pernah terjadi, Helikopter Jenis Bell 412 milik TNI AD jatuh saat digunakan mendukung latihan pratugas Batalyon Infanteri 300/BJW di kawasan Ciwidey, Kampung Boyongbong, Patenggang, Rancabali, Bandung, Jabar, Minggu (28/5/2023).

Helikopter TNI AD tersebut diperkirakan jatuh sekitar pukul 13.30 WIB, hingga terbakar.

Baca Juga: Gelar Unjuk Rasa, LSM Pemuda Desak Kementerian PUPR Batalkan Pembangunan Pasar Olilit Maluku

Namun, tidak ada korban jiwa, baik dari prajurit TNI AD yang melaksanakan latihan, maupun dari masyarakat sekitar.

Crew Heli yang berjumlah lima orang, seluruhnya dalam kondisi selamat, dan hanya mengalami luka-luka akibat benturan.

Saat ini seluruh crew Heli telah dievakuasi ke RS Dustira, Cimahi, guna mendapatkan penanganan medis.

Helikopter milik TNI AD tersebut dioperasionalkan oleh Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) dalam latihan pra tugas, baik dalam mobilisasi udara maupun dukungan logistik.

Baca Juga: Hasil Seleksi Administrasi PPG Prajabatan Gelombang 3 Telah Diumumkan, Cek Kelulusan dan Tahapan Selanjutnya!

Kronologis dan penyebab jatuhnya heli hingga saat ini masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang, dan TNI AD telah mengirimkan tim investigasi untuk menangani kasus kecelakaan heli tersebut.

Sementara itu, Kadispenad Brigjen TNI Hamim Tohari, mengatakan pihaknya melakukan sterilisasi di sekitar lokasi untuk kepentingan investigasi.

Selain itu, kata dia, sterilisasi juga dilakukan agar tak membahayakan masyarakat.

"Memang harus steril untuk kepentingan investigasi dan agar tidak membahayakan masyarakat," ucap dia, Minggu (28/5). ***