POJOKSATU.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bergerak cepat merespons jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep-Maros.
Untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran operasional sebesar Rp2,5 miliar.
Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui mengalami kecelakaan saat melayani rute penerbangan Yogyakarta–Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Baca Juga: Belum Dibuka Tetapi Calon pelamar CPNS 2026 Diingatkan Hal Penting Berikut Ini!
Lokasi jatuhnya pesawat berada di kawasan pegunungan yang dikenal memiliki medan ekstrem, sehingga memerlukan dukungan logistik dan personel dalam jumlah besar.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa dana tersebut bersumber dari anggaran bantuan kebencanaan daerah.
Anggaran itu digunakan untuk menunjang seluruh rangkaian operasi pencarian di lapangan yang melibatkan banyak unsur.
Baca Juga: CPNS 2026 Sudah Didepan Mata! Persiapkan Hal ini Agar Tak Gugur Seleksi Administrasi!
“Kami mengalokasikan sekitar Rp2,5 miliar untuk mendukung pengerahan personel dan kebutuhan operasional pencarian pesawat ATR 42-500,” ujar Andi Sudirman, dikutip pojoksatu.id dari inilah.com 20 Januari 2026.
Menurutnya, proses pencarian di kawasan Gunung Bulusaraung membutuhkan perencanaan matang dan dukungan maksimal.
Medan yang sulit dijangkau, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta luasnya area pencarian menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
Dana operasional tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilisasi tim pencarian dan penyelamatan (SAR), penyediaan logistik, transportasi udara dan darat, hingga dukungan peralatan khusus yang dibutuhkan di medan pegunungan.
Pemprov Sulsel juga memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan secara intensif.
Unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, hingga aparat pemerintah daerah setempat dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian.
Baca Juga: Drama Ribuan Langkah Kopilot ATR 42-500, Heboh Nasional Ternyata Cuma Rekaman Lama
Andi Sudirman menekankan bahwa keselamatan personel di lapangan menjadi prioritas utama.
Ia meminta seluruh tim tetap mengutamakan prosedur keselamatan mengingat medan operasi yang berisiko tinggi.
“Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh agar proses pencarian berjalan optimal, efektif, dan tetap memperhatikan keselamatan seluruh petugas,” tegasnya.
Baca Juga: Institut Kesehatan Rajawali, Bertransformasi Menuju Institusi Unggul dan Berwawasan Global 2045
Hingga kini, operasi pencarian masih terus berlangsung dengan memanfaatkan berbagai metode, termasuk pemantauan udara dan penyisiran jalur darat.
Pemerintah Provinsi Sulsel berharap seluruh proses dapat berjalan lancar dan memberikan kejelasan atas peristiwa kecelakaan tersebut.
Langkah cepat Pemprov Sulsel ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani kondisi darurat, sekaligus memastikan bahwa setiap upaya maksimal dilakukan demi kepentingan kemanusiaan dan keselamatan publik.***




