POJOKSATU.id — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan reflektif saat meresmikan Auditorium dan Ngabar Hybrid Library di Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo.
Ia menulis nasihat mendalam tentang kebiasaan manusia menyalahkan orang lain. Menurutnya, hal itu menandakan seseorang masih harus banyak belajar.
Makna Pesan Menag
“Orang yang masih suka menyalahkan orang lain adalah tanda masih harus belajar,” tulis Menag dalam prasasti peresmian auditorium di hadapan santri.
“Orang yang mulai menyalahkan dirinya sendiri berarti sedang belajar. Orang yang tidak lagi menyalahkan siapa pun telah selesai belajar,” lanjutnya.
Baca Juga: Scoopy Coffee Rave 2025: Riding Seru, Jelajah Bandung, Ngopi Asik Bareng Komunitas
“Sedangkan orang arif tidak pernah mencari kambing hitam. Ia memilih menyelesaikan persoalan tanpa menepuk dada,” tambah Menag.
Pesan ini bukan hanya untuk santri, tetapi juga relevan bagi semua orang dalam menghadapi persoalan hidup sehari-hari.
Pesantren sebagai Pusat Ilmu dan Akhlak
Menag menegaskan, pesantren tidak hanya melahirkan santri berilmu. Pesantren juga mendidik manusia berakhlak mulia melalui tazkiyah atau penyucian jiwa.
“Di sini tidak hanya ilmu ditransfer, tapi juga ada penyucian jiwa yang melahirkan generasi jujur, ikhlas, dan siap mengabdi,” ujarnya.
Baca Juga: Scoopy Coffee Rave 2025: Riding Seru, Jelajah Bandung, Ngopi Asik Bareng Komunitas
Fasilitas Baru untuk Santri
Auditorium baru merupakan hasil renovasi dari bangunan lama. Sebelumnya, bangunan ini pernah mendapatkan bantuan Rp400 juta dari Kementerian Agama.
Kini auditorium dan hybrid library diharapkan menjadi pusat kegiatan akademik, literasi, dan pengembangan para santri di era digital.
Dukungan Pemerintah kepada Pesantren
Pimpinan PPWS Ngabar, KH. Heru Saiful Anwar, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah dan dukungan nyata Kemenag kepada tenaga pendidik pesantren.
“Lebih dari 200 tenaga pendidik kami mendapatkan kesejahteraan melalui sertifikasi guru dan dosen dari Kementerian Agama,” ungkap KH. Heru.
Baca Juga: 11 Kampus Indonesia Tembus Top 500 Dunia di Sains Interdisipliner, Ada Kampusmu?
Ia menambahkan, PPWS Ngabar telah melahirkan lebih dari 10.800 alumni. Mereka kini berkiprah sebagai pendiri pesantren, politisi, maupun tokoh masyarakat.
“Pondok ini bukan hanya mendidik santri untuk ilmu dunia, tapi juga membuka pintu akhirat dengan falsafah hidup: hidup sekali, hiduplah yang berarti,” jelasnya.
Pelajaran untuk Pembaca
Dari pesan Menag, kita belajar bahwa menyalahkan orang lain hanyalah tanda ketidakmatangan. Kedewasaan sejati dimulai saat berani bercermin pada diri sendiri.
Ketika manusia berhenti mencari kambing hitam dan memilih fokus mencari solusi, di situlah lahir kebijaksanaan serta sikap arif dalam menghadapi masalah.
Semoga pesan ini menjadi pengingat agar kita semua rendah hati, penuh tanggung jawab, dan selalu berorientasi pada solusi. ***




