POJOKSATU.ID - Pernyataan menarik disampaikan oleh Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengenai rencananya setelah masa jabatannya sebagai Kapolri berakhir.
Beliau secara terbuka mengaku berkeinginan untuk menjadi aktivis buruh usai tidak lagi memimpin institusi kepolisian.
Keinginan tak biasa ini kerap kali beliau sampaikan secara langsung dalam berbagai kesempatan acara bersama kelompok pekerja.
Niat mendalam tersebut sering terungkap saat beliau menghadiri berbagai macam kegiatan buruh di tingkat nasional.
Pengakuan ini tentu mencuri perhatian publik mengingat posisinya saat ini sebagai pucuk pimpinan Korps Bhayangkara.
Langkah ini dinilai unik karena jarang ada jenderal polisi berbintang empat yang menyatakan ketertarikannya di bidang gerakan buruh.
Hubungan baik yang terjalin antara beliau dan elemen buruh memang sudah terbangun sejak lama selama masa penugasannya.
Kehadiran beliau di tengah-tengah massa pekerja selalu menekankan pentingnya komunikasi serta penyelesaian masalah secara humanis.
Baca Juga: Masa Jabatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri Terlama Ke-2, Siapa Sosok yang Pertama?
Aspirasi para pekerja dan kondisi kesejahteraan buruh menjadi perhatian tersendiri bagi sang jenderal sepanjang kariernya.
Komitmen serta kepeduliannya terhadap isu-isu ketenagakerjaan mendasari cita-citanya untuk terjun langsung di dunia pergerakan.
Pengakuan jujur ini semakin memperlihatkan sisi lain dari seorang perwira tinggi yang memiliki kedekatan khusus dengan kaum pekerja.
Banyak pihak memberikan apresiasi terhadap keberanian dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Jenderal Listyo Sigit.
Rencana pengabdian di luar jalur kepolisian ini dipandang sebagai bentuk dedikasi yang tak akan pernah surut kepada rakyat.
Pengakuan berani tersebut kini menjadi topik perbincangan hangat di tengah proses transisi kepemimpinan kepolisian.***




