POJOKSATU.id - Rasanya sulit mempercayai Brigadir Setyo Herlambang tewas karena lalai saat membersihkan senpi miliknya sendiri.

Sebab latar belakang, profil dan pengalaman serta tugas Brigadir Setyo Herlambang menunjukkan ia sangat akrab dengan persenjataan.

Apalagi Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya juga sudah membantah bahwa Brigadir Setyo Herlambang bukan ajudan.

Baca Juga: Mabes Polri tak Mau Kecolongan seperti Ferdy Sambo, Kasus Brigadir Setyo Herlambang Dikawal Ketat

Irjen Daniel menegaskan bahwa Brigadir Setyo adalah pengawal pribadinya.

Maka orang yang dipilih perwira tinggi untuk jadi pengawal pribadi sudah pasti bukan orang sembarangan.

Dipastikan pula bahwa orang tersebut memiliki kualifikasi dan kemampuan di atas rata-rata.

Baca Juga: Kisah Pilu Istri Brigadir Setyo Herlambang Mengusap-usap Perutnya yang Membesar, Mau Lahiran Oktober Ini

Itu karena tugas sebagai pengawal pribadi sudah pasti memiliki tingkat kerumitan dan risiko bahaya yang cukup tinggi.

Sementara profil dan latar belakang Brigadir Setyo Herlambang juga bukanlah kaleng-kaleng.

Korban tercatat pernah bertugas di Gegana Satbrimob Polda Kaltara.

Baca Juga: 10 Tahun Tugas di Kaltara, Kapolda Ungkap Alasan Jenazah Brigpol Setyo Herlambang Diotopsi di Semarang

Pasukan Gegana pada Korps Brigade Mobil (Brimob) yang dikenal sebagai kesatuan khusus Polri yang diberi tugas taktis.

Seperti penjinakan bahan peledak, kontra terorisme dan pemberontakan, penyelamatan sandera.

Sampai penanganan ancaman kimia-bilogi-radiasi (KBR) dan intelijen.

Pasukan Gegana juga dikenal sebagai penjinak bahan peledak atau Jihandak yang melakukan detonasi pada serangan-serangan dengan bom.

Baca Juga: Kejanggalan Kasus Brigadir Setyo Herlambang, Ditembus Peluru Senpi Sendiri Padahal Pernah Tugas Gegana Brimob

Demikian ulasan Presiden Kongres Pemuda Indonesia, Pitra Romadoni Nasution dalam keterangannya dikutip Pojoksatu.id, Senin 25 September 2023.

"Sehingga Propam Polri perlu mendalami lagi kematian Brigadir Setyo tersebut mengingat pengalamannya yang pernah bertugas di Gegana," ungkap dia.

Dengan latar belakang dan pengalaman kedinasan itu, Pitra ragu Brigadir Setyo akan sembarangan saat membersihkan senjata api.

Baca Juga: Fakta Terkini Brigpol Setyo Herlambang yang Pernah Tugas di Semarang, Tim Mabes Polri Turun ke Kaltara

Sebaliknya, karena sudah sangat akrab dengan senjata api, maka dipastikan korban akan sengat berhati-hati dan paham betul penanganan senpi.

Karena itu, jadi cukup aneh ketika beredar kabar bahwa peluru menerjang dada korban hingga tembus ke jantung dan paru-paru.

Jika benar kabar tersebut, besar kemungkinan korban menempatkan ujung moncong senjata api ke dadanya sendiri.

Baca Juga: Akhirnya Kapolri Bicara Kasus Tewasnya Brigadir Setyo Herlambang, Perintahnya Jangan Ditutup-tutupi

"Apakah dalam membersihkan senpi, laras (ujung pistol) menghadap dadanya sehingga peluru menembus jantung dan paru-paru yang mengakibatkan pendarahan hebat?" heran Pitra.

Karena itu, pihaknya mendesak Polri melakukan pengusutan dan penyelidikan mendalam atas kematian Brigadir Setyo Herlambang.

Baca Juga: Keluarga cuma Diberitahu Brigadir Setyo Herlambang Kecelakaan, Bukan Tertembak, Apa Alasan Polda Kaltara?

Sebab publik pun akan sulit menerima jika korban yang pernah berdinas di Gegana lalai dalam memperlakukan senjata api.

"Hal ini penting dilakukan untuk mewujudkan penegakan hukum dan hak asasi manusia yang berkeadilan serta transparan," tegas Pitra.

Pitra juga mepertanyakan informasi yang simpang siur atas kematian Brigadir Setyo Herlambang.

Baca Juga: Kerap Dijodohkan dengan Jessi, Ternyata Aktor Lee Sang Yeob Bakal Nikah dengan Kekasihnya Non-Selebriti

Ada yang menyatakan dugaan bunuh diri dan ada yang menyatakan karena kelalaian saat membersihkan senjata api.

"Padahal hasil penyelidikan yang dilakukan Propam Polri belum selesai," kata dia.

Pitra juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secepatnya turun tangan.

Baca Juga: Penuhi Panggilan soal Film Asusila, Pakaian Siskaeee Bikin Mata Melotot, Dia juga Deg-degan tapi Sedikit

"Dan menjelaskan kepada publik duduk persoalan yang sebenarnya setelah hasil penyelidikan yang dilakukan Propam Polri tuntas," tandas Pitra Romadoni Nasution.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku telah memerintahkan Polda Kaltara mengusut tuntas kasus tewasnya Brigadir Setyo Herlambang di rumah dinas Kapolda Kaltara pada Jumat (22/4/2023).

“Yang jelas sudah saya perintah kepada Pak Kapolda bahwa terkait dengan peristiwa yang terjadi ini betul-betul diusut secara cermat, secara tuntas,” kata Listyo di silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2023).

Baca Juga: Kaesang Pangarep Gabung PSI Dapat Restu, Bukti Jokowi dan PDIP sedang Tidak Baik-baik Saja

Listyo juga meminta Polda Kaltara bekerja keras mengusut kematian Setyo dengan menerapkan Scientific Crime Investigation (SCI) atau investigasi kejahatan berbasis ilmiah.

Hal itu diperlukan untuk mendalami kronologi hingga penyebab pasti peristiwa tersebut.

Baca Juga: Info Terbaru Isu Duet Prabowo-Ganjar dari Koalisi Indonesia Maju, Megawati Disebut-sebut

Listyo memastikan, seluruh proses investigasi dan pendalaman penyebab tewasnya ajudan Kapolda Kaltara ini dilakukan secara transparan.

Mabes Polri juga telah memberikan bantuan dokter forensik pada Pusat Laboraturium Forensik (Puslabfor) untuk ikut mendukung mengusutan kasus tersebut.

"Saya sudah perintahkan juga dari Bareskrim, Puslabfor untuk ikut mendukung, dokter-dokter forensik kita untuk ikut mendukung," kata dia.

Baca Juga: Janji Penuhi Panggilan Pemeriksaan Film Asusila Hari Ini, Instagram Siskaeee Hilang Sebelumnya Singgung Haters

"Sehingga kemudian hasilnya betul-betul bisa dipertanggungjawabkan ke publik terutama ke keluarga. Saya kira polri selalu transparan,” tandas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.***