POJOKSATU.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Dewan Kehormatan HIPMI, Bahlil Lahadalia, meminta agar singkatan MBG tidak lagi dipelesetkan menjadi "Mas Bahlil Ganteng".
Permintaan itu disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam pembukaan Munas HIPMI di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah.
Baca Juga: Jangan Diabaikan, Ini Fungsi Penting Lampu Penerang Plat Nomor Belakang Sepeda Motor
"MBG itu bagus, tapi saya mau sampaikan jangan dipelintir. MBG itulah makanan bergizi," ujar Bahlil.
Namun saat menyebut MBG, sejumlah peserta acara justru meneriakkan kepanjangan lain yang belakangan viral di media sosial, yakni "Mas Bahlil Ganteng".
"Apa? Kamu jangan bilang Bahlil Ganteng lagi, aduh kacau sekali," kata Bahlil sambil tersenyum tipis.
Baca Juga: Kodim Karawang Siap Kawal Produktivitas Pertanian di Tengah Industrialisasi
Sebut MBG Program Mulia
Mantan Ketua Umum HIPMI periode 2015–2019 itu menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat penting, terutama bagi masyarakat yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Bahlil bahkan mengaitkan program tersebut dengan pengalaman hidupnya sendiri.
"Program ini adalah program yang harus kita wujudkan. Sebagai mantan anak orang susah yang pernah busung lapar, saya katakan bahwa program Makanan Bergizi Gratis ini adalah program mulia," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk ikut menyempurnakan pelaksanaan program apabila masih ditemukan kekurangan di lapangan.
Baca Juga: BPK RI Puji Kinerja BULOG Tembus 70 Persen di Semester I, Siap Kawal Swasembada Pangan Nasional
Menurutnya, fokus utama seharusnya bukan saling menyalahkan, melainkan bersama-sama mencari solusi agar program berjalan lebih baik.
"Kalau ada kekurangan ya sama-sama kita sempurnakan. Tidak usah kita saling menyalahkan. Tugas kita kader HIPMI adalah melakukan hal itu," katanya.
Lagu Mas Bahlil Ganteng Sempat Viral
Pelesetan MBG menjadi Mas Bahlil Ganteng sebelumnya ramai digunakan sebagai lagu latar di berbagai platform media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Lagu tersebut salah satunya dipopulerkan influencer Sania Leonardo melalui akun @panggilakubambang dan sempat meraih puluhan juta tayangan serta jutaan tanda suka.
Baca Juga: Panen Raya di Karawang, Bulog Minta Sawah Produktif Tak Dikorbankan untuk Kawasan Komersial
Salah satu potongan lirik yang viral berbunyi:
"...MBG: Mas Bahlil Ganteng, buah apa yang paling manis buaahhlil, tambah ganteng aja, my little bolu ketan..."
Lirik tersebut diketahui dirangkai dari berbagai komentar warganet di media sosial. Karena terdengar unik dan absurd, lagu itu kemudian banyak digunakan sebagai backsound dalam berbagai unggahan.
Golkar Nilai Lagu Itu Menghibur
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, sebelumnya mengatakan partainya tidak mempermasalahkan lagu tersebut.
Menurut Sarmuji, lagu itu justru dianggap sebagai bentuk kreativitas warganet yang cukup menghibur.
"Lagunya sendiri cukup cute dan menghibur. Bagi kami kalau rakyat senang, Golkar juga senang. Nggak masalah. Kalau orang lain happy, kita happy," kata Sarmuji.
Ia juga menilai lagu tersebut muncul sebagai ekspresi masyarakat yang menghargai kerja Bahlil dalam menjaga pasokan BBM di tengah dinamika energi global.
Bahlil Sempat Cari Pencipta Lagu Viral
Saat lagu tersebut semakin viral, Bahlil bahkan mengaku penasaran dengan sosok penciptanya.
Baca Juga: Anti Gerah dan Bau! Rekomendasi Bahan Pakaian Terbaik untuk Cuaca Panas
Melalui video yang diunggah akun Instagram milik Raffi Ahmad, Bahlil menyampaikan keinginannya untuk bertemu dan mengundang pencipta lagu tersebut makan siang bersama.
"Kalau itu asli, (saya) penasaran. Adinda, saya akan minta tolong untuk saya mengundang. Kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untukmu berbincang-bincang sekaligus makan. Karena penasaran juga saya," ungkapnya.
Bahlil juga mengaku sering menjadi bahan candaan keluarganya sendiri karena lagu tersebut.
"Saya lagi ibadah umroh, terus setiap pagi bangun, anak saya aja ketawain saya (bilang), 'Bapak MBG'," kenangnya.
Baca Juga: Biar Makin Stylish, Ini Panduan Memilih Frame Kacamata Sesuai Bentuk Wajah
Ingatkan Etika Bermedia Sosial
Meski mengapresiasi kreativitas anak muda di media sosial, Bahlil tetap mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial.
Menurut Ketua Umum Partai Golkar itu, kebebasan berekspresi perlu dibarengi dengan tanggung jawab agar tidak menyinggung isu sensitif, terutama yang berkaitan dengan SARA.
"Tetapi saya menghargai lah kreativitas orang-orang. Banyak kan anak-anak muda sekarang.
Baca Juga: HUT Jakarta ke-499, Transportasi Umum hingga Masuk Ancol dan Ragunan Gratis Selama Dua Hari
Cuma satu aja saran saya. Di era demokrasi, sosmed ini penting. Namun, kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Contoh. Jangan sampai masuk di SARA," pungkasnya.
Bahlil berharap perhatian publik tetap kembali pada tujuan utama MBG, yakni menghadirkan makanan bergizi bagi masyarakat yang membutuhkan. ***




