POJOKSATU.id - Sebelum ditemukan tewas, Brigadir Setyo Herlambang mengutarakan keingian dan pesan terakhir.
Pesan terakhir Brigadir Setyo Herlambang itu disampaikan langsung kepada istrinya dan orang tuanya.
Sebelum tewas, Brigadir Setyo Herlambang lebih dulu melakukan video call dengan istri dan anaknya.
Baca Juga: Kisruh Dunia Food Vlogger, Ini Profil Farida Nurhan yang Bikin Warganet Geger
Komunikasi terakhir itu dilakukan kurang dari setengah jam sebelum korban ditemukan tewas.
Kakak ipar korban, Agus Dwi Jatmiko, korban berkomunikasi dengan istrinya pada Jumat 22 September 2023 sekitar pukul 10.44 WIB.
Dalam komunikasi tersebut, Brigadir Setyo meminta istrinya agar banyak makan.
Pasalnya, istrinya saat ini tengah mengandung atau hamil anak kedua.
Usia kandungan istri Brigadir Setyo Herlambang diketahui sudah menginjak 8 bulan.
"Jam itu masih WA-an sama adik saya (istri korban). WA-an suruh makan yang banyak karena adik saya kan sedang hamil," ujarnya dikutip Pojoksatu.id dari Radar Semarang, Senin 25 September 2023.
Baca Juga: Dituding Pelakor hingga Sudah Nikah Siri, Dinar Candy Kumpulkan Bukti untuk Buat Laporan Polisi
Namun kurang dari setengah jam kemudian, istri korban mendapat kabar bahwa suaminya telah meninggal dunia.
Kabar duka itu didapat sekitar pukul 11.15 WIB.
Agus juga mengungkap bahwa kabar pertama kali itu bukan didapat dari Polda Kaltara.
Melainkan diduga didapat dari rekan Brigadir Setyo Herlambang di Polda Kaltara.
Baca Juga: Anies Baswedan Bikin SKCK untuk Syarat Nyapres, Komentar Warganet Bikin Kocak
Disebutkan bahwa Brigadir Setyo Herlambang meninggal dunia akibat kecelakaan.
Akan tetapi pihak keluarga sama sekali tidak diberitahu secara detil kecelakaan seperti apa yang dialami korban.
"Kayaknya dari teman almarhum. Ditelepon dari temannya, (meninggal) karena kecelakaan," ungkap Agus.
Baca Juga: Respon Kaesang Gabung PSI, Jokowi Bilang Tidak, Gibran Ogah-ogahan Total
Setelah koordinasi dan komunikasi dengan Polda Kaltara, jenazah korban diterbangkan ke Semarang.
Kemudian dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Semarang.
Autopsi tersebut merupakan permintaan dari istri korban, Wahyu Devi Fatmasari.
Agus berujar, dirinya adalah salah satu yang ikut menjemput jenazah korban di RS Bhayangkara Semarang, pada Sabtu 23 September 2023.
Dalam proses autopsi tersebut, Agus melihat sendiri ada luka diduga lubang bekas peluru di tubuh korban.
Baca Juga: Nekat dan Putusakan Berseberangan dengan Keluarga, Terungkap Alasan Kaesang Gabung PSI
Luka bolong itu terdapat di bagian dada kiri dan tembus sampai punggung kiri Brigadir Setyo.
Usai dilakukan autopsi, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di RT 01, RW 04, Desa Sumberagung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal.
Sementara, Ahmad Asrori, mertua Brigadir Setyo, mengamini menantunya masih sempat video call dengan istri dan anaknya.
Baca Juga: Kim Sejeong Mendadak Batalkan Konser di Jakarta, Ini Penjelasan Resmi Agensi
Video call itu dilakukan hanya beberapa waktu sebelum menantunya ditemukan tewas di rumah dinas.
Dalam komunikasi itu, korban juga meminta orang tua untuk membersihkan kamarnya.
Korban juga meminta agar istrinya menjalani operasi caesar pada 23 Oktober 2023.
Tanggal itu dipilih sebagai tanggal kelahiran anak keduanya.
Dimana tanggal tersebut diminta sendiri oleh korban kepada Asrori.
"Dia (Brigadir Setyo) suruh saya nyarikan hari. Lalu, saya carikan, Senin Pahing," ungkap Asrori.
Tanggal kelahiran anak kedua itu ternyata disetujui oleh korban.
Karena itu, Brigadir Setyo berjanji akan pulang pada hari Sabtu pekan depan.
Atau bertepatan dengan tanggal kelahiran anak keduanya yang sudah direncanakan.
Akan tetapi ia sama sekali tidak menduga bahwa hari Sabtu yang dimaksud itu merupakan tanggal 23 September 2023.
Dimana hari itu Brigadir Setyo Herlambang pulang dalam keadaan tidak bernyawa.
Baca Juga: Woww...Ternyata Ini Job yang Dilakukan Siskaeee Selama di Kamboja, Berapa Bayarannya?
"Dia setuju dan nanti pulang hari Sabtu sebelum kelahiran anaknya itu. Lah, ternyata pulangnya Sabtu (23/9) ini," papar dia.




