POJOKSATU.id - Soal ketahanan pangan, pengamat sosial dan ekonomi Lalu Niqman Zahir menyebut Indonesia harus berlajar kepada Cina.
Sebab Cina dinilai telah berhasil dalam penerapan dan strategi ketahanan pangan.
Demikian dikutip Pojoksatu.id dari kanal Youtube pribadinya, LNZ Official, pada Kamis 24 April 2025.
"Cina merupakan salah satu negara yang memiliki ketahanan pangan yang lebih baik meskipun penduduk Cina mencapai 1,4 miliar," ujar dia.
Hal itu dibuktikan dengan hasil survei Global Food Security Index GFSI (2022).
Dimana skor ketahanan pangan Cina berada di angkat 77,8 dari 100.
Demikian juga dengan skor di beberapa dimensi lainnya yang cukup tinggi.
Yakni dimensi ketersediaan (86,1), dimensi keterjangkauan/affordability (74,3), dimensi kualitas dan keamanan (quality and safety) skor 76,2.
Baca Juga: Sejarah Hari Transportasi Nasional, Kisah Perjalanan DAMRI hingga Bus Listrik
Serta dari dimensi keberlanjutan dan adaptasi (sustainability and adaptation) dengan skor 73,4.
Sementara dengan skor 68,7, Indonesia hanya mampu berada di peringkat ke-45 dari total 113 negara yang disurvei.
"Dengan skor keseluruhan sebesar 68,7 Indonesia dapat dikategorikan sebagai negara yang memiliki tingkat ketahanan pangan yang cukup baik atau moderat," beber dia.
Lalu menyebut, bahwa dengan skor tersebut, berarti Indonesia memiliki beberapa kekuatan sekaligus kelemahan.
"Dan masih perlu melakukan upaya untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, kualitas dan keberlanjutan pangan di Indonesia," sambung dia.
Sosok yang juga Deputi Bidang Administrasi Setjen DPR RI ini lantas memaparkan gambaran dari skor masing-masing dimensi yang diperoleh Indonesia dalam hal ketahanan pangan.
Pertama, dimensi ketersediaan pangan dengan skor 74,3 menunjukkan Indonesia memiliki ketersediaan pangan yang cukup baik dengan produksi pangan yang memadai dan impor pangan yang terjangkau.
Kedua, aksesibilitas pangan (skor 65,1) yang berarti Indonesia memiliki aksesibilitas pangan yang masih perlu ditingkatkan dengan beberapa daerah yang masih mengalami kesulitan dalam mengakses pangan yang cukup
Baca Juga: Dokter Tifa Tanggapi Pelaporan Dirinya Soal Ijazah Jokowi, Baguslah Mau Saya Tagih Janjinya dan UGM
Ketiga, kualitas pangan (food quality and safety) dengan skor 71,4.
"Hal tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kualitas pangan yang cukup baik dengan standar keamanan pangan yang terjamin dan ketersediaan pangan yang seimbang," jelas dia.
Keempat, sustainability and adaptation (keberlanjutan dan adaptasi) dengan skor 64,1.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan berkelanjutan dan adaptasi yang masih perlu ditingkatkan.
"Mengingat ada beberapa tantangan seperti perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang masih perlu diatasi," tutur dia.
Dari keempat dimendi tersebut, Lalu Niqman Zahir menyebut, ada dimensi yang nilainya (skor) masih cukup rendah.
"Yakni dimensi keberlanjutan dan adaptasi dengan nilai 64,1 dan aksesibilitas pangan dengan nilai 65,1," papar dia.
Untuk penjelasan lebih lengkap bisa disimak pada video yang telah diunggah Lalu Niqman Zahir melalui kanal Youtube pribadinya dengan link di bawah ini:
https://www.youtube.com/watch?v=idXIZuIOjWM.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:




