POJOKSATU.ID - Belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan isu keamanan pangan terkait anggur Shine Muscat bahkan simpang siur terkait kebenarannya.
Menanggapi hal tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah melakukan pengawasan secara ketat terhadap komoditas buah impor ini.
Hasilnya Bapanas memastikan bahwa sebagian besar anggur Shine Muscat yang beredar di pasaran aman untuk dikonsumsi.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas keamanan pangan di Indonesia, Bapanas memiliki kewenangan penuh untuk mengawasi keamanan pangan segar, termasuk anggur Shine Muscat.
Pengawasan dilakukan melalui dua cara utama, yaitu penerbitan izin edar dan pengawasan di peredaran.
Semua produk pangan segar yang beredar di pasaran wajib memiliki izin edar yang diterbitkan oleh otoritas kompeten.
Bapanas dan dinas pangan di daerah secara rutin melakukan pengujian terhadap sampel pangan segar, termasuk anggur Shine Muscat, baik melalui rapid test maupun uji laboratorium.
Hasil pengujian terhadap 350 sampel anggur Shine Muscat menunjukkan bahwa 90% sampel dinyatakan negatif dari kandungan residu pestisida yang berbahaya.
Sementara itu, 10% sampel lainnya terdeteksi positif dengan kadar yang sangat rendah dan masih di bawah ambang batas maksimum residu (BMR) yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut Bapanas juga melakukan uji laboratorium terhadap 240 senyawa residu pestisida pada sampel anggur Shine Muscat.
Hasilnya tidak ditemukan senyawa berbahaya seperti klorfirifos dan endrin aldehyde yang sebelumnya sempat menjadi perhatian.
Meskipun hasil pengawasan menunjukkan bahwa anggur Shine Muscat aman dikonsumsi, Bapanas tetap mengimbau masyarakat untuk mencuci anggur sebelum dikonsumsi:
Tindakan ini sangat penting untuk mengurangi risiko adanya residu atau cemaran lainnya yang mungkin masih tertinggal di permukaan buah.
Pastikan untuk membaca label pada kemasan produk sebelum membeli dan pilihlah produk yang memiliki izin edar dan berasal dari sumber yang terpercaya.***



