POJOKSATU.id - Diki Ramdani (33), salah satu korban kecelakaan kereta api di Cicalengka, ceritakan detik-detik menakutkan dalam kereta.

Diki menceritakan, dirinya saat itu hendak pulang ke Cicalengka menggunakan Kereta api lokal KRD Baraya.

Kebetulan dirinya kebagian kursi di gerbong tepat di belakang lokomotif KRD Baraya.

Baca Juga: UPDATE Korban Kecelakaan Kereta Api di Cicelangka, 43 Orang Dilarikan ke RSUD Cicalengka, Kondisi Terbaru dan Rincian

"Saya naik Baraya dari stasiun Bandung tujuan Cicalengka. Gerbong saya tepat di belakang lokomotif," bebernya kepada Pojoksatu.id di RSUD Cicalengka, Jumat 5 Januari 2024.

Dia juga sama sekali tidak menyangka akan terjadi tabrakan dengan KA Turangga 65.

Yang ia rasakan saat itu, kereta melaju seperti biasa tapi tiba-tiba terjadi benturan yang sangat keras.

Baca Juga: Sinyal Manual Rusak jadi Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka? Akhirnya KRD Jalan Terus

"Benturan keras aja, nggak ada ledakan atau apapun," jelas pria yang juga bekerja sebagai kondektur di PT KAI ini.

Benturan yang sangat keras itu pun membuatnya terpental dari kursi tempatnya duduk.

Bukan hanya dirinya, tapi penumpang lain dalam gerbong tersebut juga seluruhnya terpental.

Baca Juga: 1 Jenazah Masinis Meninggal Kecelakaan Kereta Api di Cicelangka Teridentifikasi, Ini Identitasnya

Teriakan histeris dan tangisan penumpang pun didengarnya dengan sangat jelas.

"Benturannya keras banget. Lalu saya sempet diam (shock)," tuturnya.

Setelah beberapa saat, ia baru menyadari bahwa kereta yang ia tumpangi bertabrakan dengan kereta lain.

Saat itu ia melihat seisi gerbong sudah porak poranda.

"Lalu saya keluar dari lokomotif, lalu dibawa satpam stasiun ke RSUD Cicalengka," ucapnya.

Baca Juga: Kondisi Terkini 26 Korban Luka Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka, Ini Penjelasan RSUD Cicalengka

Dia juga baru sadar bahwa kakinya mengalami luka akibat kecelakaan kereta di Cicalengka tersebut.

Akibatnya, ia harus mendapatkan jahitan pada kedua kakinya.

"Kaki kanan bawah lutut ada dijahit, lalu kaki kiri juga dijahit," tandasnya.

 

Update Korban sampai Pukul 11.00 WIB

Sementra, sampai pukul 11 siang, jumlah korban kecelakaan kereta api di Cicalengka, terus bertambah menjadi 43 orang.

Baca Juga: Kondisi Terkini 26 Korban Luka Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka, Ini Penjelasan RSUD Cicalengka

Saat ini, seluruh korban kecelakaan kereta api di Cicalengka tengah mendapat perwatan medis di RSUD Cicalengka.

Direktur RSUD Cicalengka Achmad Hanafi menyebut, dari jumlah tersebut, diantaranya 6 orang luka sedang, 21 orang luka ringan.

Selanjutnya 2 orang meninggal dunia dan 14 korban lainnya sudah diperbolehkan pulang.

Baca Juga: Imbas Kecelakaan Kereta di Cicalengka Bandung, Jalur Petak Haurpugur Terhalang, Warga Dilarang Mendekat ke Lokasi

"Ada satu orang dirawat dan itu karyawan RSUD Cicalengka, bekerja sebagai nakes," jelas Achmad Hanafi, Jumat 5 Januari 2024.

RSUD Cicalengka sendiri siap menerima korban kecelakaan kereta api Cicalengka, sesuai intruksi Dinkes Provinsi Jawa Barat.

"Kami saat ini yang penting kita menerima korban dulu. Kita juga menambah nakes dengan berkordinasi ke puskesmas sekitar, untuk menangani korban kecelakaan kereta api," jelasnya.

Baca Juga: Apa Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka? Ini Jawaban PT KAI

Ditambahkan Achmad Hanafi, bahwa kondisi luka korban secara umum mengalami lecet.

"Kondisi luka secara umum korban lecet saja," pugkas Hanafi.***