POJOKSATU.ID - Pakar digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo terkait temuannya dalam buku Jokowi’s White Paper.

Buku yang ditulis bersama Roy Suryo dan dokter Tifa tersebut sebelumnya menjadi perbincangan luas di masyarakat karena membahas dugaan keaslian ijazah Presiden Jokowi.

Namun, Rismon mengakui bahwa terdapat kekeliruan dalam analisis yang ia lakukan pada dokumen yang diteliti.

Baca Juga: Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib di SD Mulai 2027-2028, Ribuan Guru Ikuti Pelatihan Khusus dari Kemendikdasmen

Dalam penjelasannya di kanal YouTube Baligea Academy, Rabu (11/3/2026), Rismon mengatakan bahwa kesalahan tersebut terjadi karena data yang digunakan dalam penelitian sebelumnya belum sepenuhnya lengkap.

Ia mengungkapkan bahwa buku tersebut merupakan kompilasi penelitian independen dari beberapa penulis.

Rismon sendiri menulis bagian tengah buku, sementara Roy Suryo menulis bagian awal dan dokter Tifa menyusun bagian berikutnya.

Baca Juga: Viral Mobil Rusak Gara-gara Lubang Tol, Korban Harus Ganti Ban dan Urus Klaim Ganti Rugi Tak Semudah yang Dikira

Menurut Rismon, karena setiap penulis bekerja secara independen, maka kemungkinan adanya perbedaan atau koreksi dalam analisis sangat mungkin terjadi.

“Karena independensi tersebut, ada koreksi-koreksi akibat data yang tidak lengkap serta pengaruh rotasi, translasi, dan resolusi pada data yang saya uji,” jelasnya.

Dalam dua bulan terakhir, Rismon mengaku kembali melakukan penelitian ulang terhadap dokumen yang menjadi objek analisis.

Baca Juga: Bantu Pemulihan Pascabencana, Inalum Perbaiki Tiga Gereja Terdampak Banjir di Humbahas

Ia menggunakan sejumlah variabel tambahan, termasuk analisis geometri, translasi, rotasi, hingga pencahayaan untuk memastikan hasil penelitian lebih akurat.

Dari pengujian ulang tersebut, ia menemukan bahwa watermark serta emboss yang sebelumnya dipertanyakan ternyata memang terdapat pada dokumen yang dianalisis.

Hasil penelitian terbaru itu kemudian menyanggah temuan awal yang ia tulis dalam buku Jokowi’s White Paper.

Rismon menegaskan bahwa sebagai peneliti, ia memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kebenaran secara ilmiah dan objektif.

Karena itu, ia merasa perlu secara terbuka menyampaikan koreksi atas hasil penelitian sebelumnya.

Baca Juga: PHOKI Gelar Iftar dan Santunan Anak Yatim, Wujud Kepedulian Komunitas Honda di Bulan Ramadhan

“Saya sebagai peneliti menyatakan secara terbuka bahwa ada kekeliruan akibat data yang tidak lengkap meskipun menggunakan metodologi ilmiah,” ujarnya.

Ia juga menyadari bahwa temuan sebelumnya telah menimbulkan polemik di tengah masyarakat serta melukai perasaan Presiden Jokowi dan keluarganya.

Atas dasar itu, Rismon menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Jokowi dan keluarganya.

Baca Juga: Spanyol Tarik Permanen Duta Besar dari Israel, Pedro Sánchez Protes Keras Serangan Gaza dan Konflik Iran

“Saya sebagai peneliti menyatakan permohonan maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi,” tuturnya.***