POJOKSATU.id, KEDIRI— Penyidik Satreskrim Polres Kediri menduga penganiayaan balita perempuan inisial AF (3) sudah dilakukan berulangkali. Pemicu balita ini dibunuh karena masalah sepele yaitu kesal.

Polres Kediri sudah memeriksa jenazah korban, ditemukan pendarahan di kepala yang diakibatkan kekerasan benda tumpul. Dan kekerasan ke balita malang ini disebut sudah dilakukan berulangkali.

Kasus kematian balita perempuan ini terbongkar dari laporan kakek korban, Suyono, yang tinggal di Nganjuk. Sementara TKP berada di Desa Tugurejo, Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Baca Juga: Disaat Kapolri Gencar Tindak Tegas Judi Online, Kapolsek Ini Malah Asik Judi Sabung Ayam, Berujung Dicopot Deh

Polres Kediri sudah menahan kedua orangtua korban. Kepada polisi, mereka mengatakan kesal dengan sikap si anak perempuan, hingga akhirnya tega melakukan kekerasan.

Pihaknya menduga penganiayaan dilakukan beberapa kali di waktu yang berbeda, termasuk yang menyebabkan kematian pada korban.

"Dua-duanya punya peran masing-masing. Untuk skala mana yang menyebabkan kematian korban, kami belum tahu," kata Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Fauzy Pratama, Rabu (26/6).

Dari pemeriksaan terungkap pelakunya adalah kedua orang tuanya yang kesal dengan sikap korban.

Baca Juga: Balita Kediri Dibunuh Ayah dan Ibunya, Alami Pendarahan di Kepala Akibat Benda Tumpul

Kedua orangtuanya berinisial TA dan NO. TA merupakan ayah tiri. Sementara NO merupakan ibu kandung korban.

Petugas sudah memeriksa jenazah korban, ditemukan ada pendarahan di bagian kepala yang diakibatkan kekerasan benda tumpul.

Saat itu juga Polres Kediri langsung menahan kedua orangtua korban. Kepada polisi, mereka mengatakan kesal dengan sikap sang anak, hingga akhirnya tega melakukan kekerasan.

Saat itu korban dianiaya hingga tidak sadar. Mereka sempat memberikan pertolongan namun nyawa bocah malang itu tak tertolong, hingga akhirnya dikuburkan di sebelah rumah.

"Setelah pelaku yakin si anak tidak bernyawa lagi, akhirnya diambil tindakan untuk menguburkan," kata Fauzy.

Bocah perempuan Kediri berinisal AF ini ditemukan tewas terkubur di samping rumahnya, Selasa (25/6/2024) setelah polisi menerima laporan dari kakek korban.***