POJOKSATU.ID - Penanganan medis terhadap korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis dari SPPG Kecamatan Bawang terus dilakukan di fasilitas kesehatan Kabupaten Batang.

Berdasarkan pembaruan data dari Wakil Bupati Batang Suyono, sebanyak 19 orang korban telah masuk ke RSUD Kalisari Batang.

Para korban yang mendapat perawatan di rumah sakit tersebut mengalami keluhan kesehatan berupa mual dan pusing.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi para pasien yang sedang dirawat.

Baca Juga: Niat Makan Sisa Porsi Anak, Orang Tua Murid di Batang Justru Ikut Jadi Korban Keracunan MBG!

Selain merawat korban yang ada, pemerintah juga memantau kondisi seluruh fasilitas kesehatan di Batang secara berkala.

Langkah pemantauan ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila jumlah warga yang membutuhkan penanganan medis kembali bertambah.

Pemerintah telah menyiapkan skenario penanganan jika kapasitas RSUD Kalisari atau rumah sakit di Batang mengalami kepenuhan.

Apabila kapasitas rumah sakit penuh, pasien keracunan akan langsung diarahkan ke puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap.

Baca Juga: Telur Bolognese Diduga Jadi Bencana Keracunan MBG Batang, SPPG Bawang Diberhentikan Sementara!

Kesiapan fasilitas kesehatan ini menjadi sangat krusial mengingat jumlah total korban terdampak telah mencapai 276 orang.

Pendataan dan verifikasi korban juga masih terus berjalan sehingga potensi perubahan data pasien masih mungkin terjadi.

Pemerintah memastikan penanganan medis menjadi salah satu fokus utama di tengah lonjakan jumlah korban ini.

Seluruh langkah antisipasi di tingkat rumah sakit dan puskesmas disiagakan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sampel makanan.

Pemantauan fasilitas kesehatan akan terus berjalan sampai kondisi para korban membaik dan situasi dinyatakan terkendali.***