POJOKSATU.id, DEPOK –Kecelakaan bus tragis siswa SMK Lingga Kencana Depok, yang menyebabkan 11 orang meninggal, ternyata pada mulanya rencana perpisahan dan pelantikan dilakukan di Depok saja.

Rencana perpisahan dan pelantikan siswa SMK Lingga Kencana ini juga sudah diwanti-wanti orang tua (ortu) siswa. Dan berharap bus diperiksa dan diservis dengan benar.

Namun pada akhirnya perpisahan dan pelantikan siswa SMK Lingga Kencana ini pun dilakukan di kawasan Bandung.

Informasi ini disampaikan oleh seorang ibu berjaket merah dan berkacamata yang mengaku sebagai orang tua asuh Amiruddin, salah satu siswa SMK Lingga Kencana Depok.

Baca Juga: Vina, Pelajar SMA Ini Diduga Korban Kecelakaan Lalulintas, Tapi Polisi Temukan Kejanggalan, 'Vina Sebelum 7 Hari' Kini Sudah Tembus 1 Juta Penonton

“Saya orang tua asuhnya Amiruddin, tanggal 6 saya bilang ke kepala sekolahnya. Karena satu bulan lalu, sekolah SMP Perjuangan kecelakaan di Bali, saya minta tolong ya pak. Tolong bus itu diperiksa. Atau diservis yang benar,” ungkap perempuan berkacamata ini seperti dilihat di Instagram@ Depok24Jam, Minggu (12/5).

“Saya gak mau (kecelakaan). Mobil itu diperiksa. Servisnya memuaskan,” ujarnya lagi.

Namun pada rapat di sekolah itu, kata ortu asuh Amiruddin ini, pihak sekolah mengiyakan permintaan ortu siswa ini.

“Oke Bu tenang saja. Kami semuanya. Mobilnya kami bawa dengan baik. Di rapat itu mereka ngomong. Ini saya rapat di YKS itu. Benar ya pak bertanggungjawab jika terjadi apa apa,” kata ibu berkacamata ini mengenang rapat itu.

Baca Juga: Lelah Difitnah Punya Hubungan Terlarang dengan Betrand Peto, Sarwendah Bertindak Tegas, Laporkan Beberapa Netizen ke Kuasa Hukumnya

Menurutnya, jika rencana perpisahan dan pelantikan itu mau dilakukan di Bandung atau Bogor, maka bus yang dipakai harus layak karena dua kawasan itu memiliki banyak tanjakan.

“Karena kalau mau ke Bandung, ke Bogor, itu harus ada mobil yang bagus. Ini perpisahan,” katanya.

Menurutnya, padahal infonya pertama kali, kegiatan ini akan dilakukan di Kota Depok saja.

“Perpisahan dan pelantikannya di Depok. Kok tiba tiba dibawa ke sana. Oke kita menurut semuanya. Kita menurut. Tapi saya titip salam,” kata ibu yang mengaku ortu asuh Amiruddin ini.

Baca Juga: Bey Machmudin Imbau Bupati dan Wali Kota di Jabar Perketat Izin Study Tour

Sementara itu, Fahmi Fahrurozi menceritakan bahwa bus yang mereka tumpangi sempat diperiksa sebelum terjadinya kecelakaan.

Saat pemeriksaan tersebut diketahui bahwa adanya kebocoran oli dari bagian bawah bus.

"Bus itu sedang diperiksa dan katanya olinya bocor," terangnya kepada wartawan, Minggu (12/5).

Setelah itu bus meneruskan perjalanan dengan aman, namun ketika sampai di jalan menurun, ada yang mengatakan bahwa tidak ada rem.

 

"Begitu sampai di turunan, dari situ ada omongan gak ada rem," terangnya.

"Semua anak-anak teriak dan ada yang beristigfar," tambahnya.

"Gak lama mobil terguling ke kanan," kenangnya.

Fauzi menjelaskan bahwa semua penumpang dalam bus kurang lebih 60 orang.

Diketahui, kecelakaan maut bus Trans Putera Fajar terjadi di Jalan Raya Kampung Palasari, Desa Palasari, Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024) pukul 18.45 WIB.

Sebanyak 11 orang meninggal dunia dalam kecelakaan ini mulai dari guru, siswa dan warga sekitar lokasi kejadian.***