POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus di ruang lingkup SMP Negeri 3 Depok, Jawa Barat kian memanas.

Seperti diketahui, salah satu oknum guru berinisial I disebut telah melakukan tindak asusila berupa pelecehan.

Bukan main, korban pelecehan oknum guru itu disinyalir mencapai 7 orang siswi, Bahkan berpotensi lebih.

Baca Juga: Sudah Satu Tahun Lebih Kasus Gratifikasi Mobil Mewah Tapi Masih Stag Di Penyidikan, Orang Kepercayaan Anne Kabarnya Diperiksa Hingga 4 Kali Bedug

Menyikapi fenomena ini, salah satu orang tua korban yang tidak terima sontak polisikan pelaku pelecehan.

Sebagaimana halnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media jpnn.com pada Kamis (22/5/2025).

Dalam artikelnya, orang tua korban berinisial LS mengonfirmasi bahwa dirinya telah membawa kasus tersebut ke Polres Metro Depok.

Baca Juga: Pegadaian Jabar Gencarkan Program TJSL Berbasis Lingkungan dan Sosial

Diketahui, laporan yang disampaikan LS ke aparat kepolisian ini tidak lama setelah kasus pelecehan tersebut viral di media sosial.

“Perwakilan orang tua dan korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Depok,” jelas dikutip dari laporan.

Lebih lanjut, LS sangat menyayangankan perilaku oknum guru yang telah mencoreng nama baik instansi pendidikan.

Baca Juga: 87,1 Persen Lahan Terserang Hama Lalat Buah, Bobby Nasution Putuskan Intervensi, Upaya Selamatkan Jeruk Karo

Sebab, tindakan bejat oknum guru tersebut menurutnya sangat berdampak terhadap kesehatan mental para murid, terkhusus anaknya.

“Jadi pelecehannya itu verbal, kayak omongan dewasa. Cuma kan jatuhnya tidak baik buat mental,” jelas orang tua korban.

Tidak heran, tindakan oknum guru SMP Negeri 3 Depok itu dituntut orang tua korban agar ditindaklanjuti dengan tegas.

Baca Juga: Sosok Ety Kuswandarini, Kepsek SMP Negeri 3 Depok Ramai Disorot Usai Kasus Pelecehan Oknum Guru Viral

Bukan karena hal lain, tuntutan itu disampaikan LS agar tidak ada lagi korban yang dirugikan oknum-oknum tenaga pendidik.

“Ya kepengennya dia (pelaku) ditindaklanjuti aja sih biar adil, biar enggak ada korban korban lainnya lagi,” tuturnya. ***