POJOKSATU.ID - Seorang pengemudi ojek online (ojol) dikabarkan tewas setelah terlindas kendaraan taktis milik Brimob.

Saat kericuhan antara demonstran dengan polisi pecah di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam video amatir warga nampak massa berhamburan di sisi kanan dan kiri jalan saat sebuah mobil taktis Brimob memecah kerumunan hingga berjalan cepat di area seberang di wilayah tersebut dimana akhirnya melindas seorang pengemudi ojol.

Menanggapi hal terebut, sebuah unggahan di platform media sosial X (sebelumnya Twitter) menjadi sorotan publik setelah mengkritik penanganan massa dalam sebuah insiden.

Baca Juga: Dari Markas Brimob Redam Ketegangan, Pihak Berwajib Jamin Pertanggungjawaban Penuh atas Korban Ojek Online

Akun dengan nama pengguna @kiyay_6 mengunggah video dan menuliskan komentar pedas mengenai apa yang ia sebut sebagai "Hilangnya Empati & Nurani" serta "Kegagalan Prosedur Pengendalian Massa!"

Dalam cuitannya, @kiyay_6 secara tegas menyatakan bahwa penggunaan kendaraan taktis di tengah kerumunan massa yang padat adalah tindakan berisiko tinggi.

Ia menambahkan bahwa kendaraan lapis baja yang seharusnya menjadi simbol kekuatan negara kini dianggap sebagai simbol yang impersonal.

Unggahan tersebut memicu beragam respons dari warganet.

Baca Juga: Jadwal Lengkap FIFA Matchday Timnas Indonesia September 2025, GBT Surabaya Siap Sambut Dua Laga Penting Ini

Salah satunya datang dari akun @wonderphuw yang menanggapi dengan singkat, "thank you 02 voters for ruining the country. i won't ever forgive you."

Komentar ini mengaitkan insiden yang terjadi dengan pilihan politik dalam pemilu, mencerminkan adanya polarisasi pandangan di kalangan masyarakat.

Narasi-narasi yang beredar di media sosial ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak hanya dilihat sebagai insiden operasional semata.

Tetapi juga sebagai isu yang memicu perdebatan mengenai etika, prosedur keamanan, dan bahkan pandangan politik.***

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel WhatsApp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala