POJOKSATU.id, JAKARTA --Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin geram dengan candaan Ketum PAN, Zulkifli Hasan atau Zulhas.

Dia menilai penistaan yang dilakukan Zulkifli Hasan sudah masuk delik pidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

"Ini sudah masuk delik dugaan penistaan agama pasal 156a KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” kata Novel saat dihubungi, Jumat (22/12/2023).

Novel juga menuturkan, pihaknya juga akan melaporkan Zulkifli Hasan ke Mabes Polri atas dugaan penistaan agama.

Baca Juga: Tiba- tiba Murid Habib Rizieq Ungkit Perjuangan Prabowo di Pilpres 2019 yang Tegas Lawan Penista Agama

Namun Novel belum membeberkan kapan waktu pelaporan tersebut akan dilayangkan pihaknya.

"Kami siap mempolisikan Zulhas. Karena memang sudah keterlaluan," tuturnya.

Tak hanya itu, Novel juga menyinggung hukuman penistaan agama dalam kacamata hukum islam.

Yang bersangkutan Zulhas itu harus diberikan hukuman mati.

"Hukum Islam-nya tidak ada tebusannya kecuali hukuman mati," tuturnya.

Baca Juga: Anies Dilaporkan ke Bawaslu Karena Dianggap Jadikan Prabowo Bahan Tertawaan

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas diduga telah menistakan agama islam.

Awalnya dalam video yang beredar, Zulkifli Hasan menyinggung tata cara salat atau kaifiah salat maghrib.

Menteri Perdagangan menyebut di musim kampanye ini sudah banyak orang yang berdiam alias tak menyebut amiin saat menggelar salat berjamaah.

Bahkan dalam video yang sudah viral di media sosial, Zulhas seakan membuat lelucon tentang salat yang dikaitkan dengan ajang Pilpres 2024.

Baca Juga: Melukis Kepribadian dan Cinta Tanpa Batas, 10 Ucapan Spesial untuk Hari Ibu

Ini disampaiakan Zulhas dipidatonya di acara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) 2023.

"Yang jauh-jauh ada loh yang berubah. jadi kalau salat magrib baca alfatihah waladdolin. Ada yang diam sekarang pak," kata Zulhas dikutip, Rabu (20/12/2023).

Menurut Zulhas, kejadian diamnya para makmum itu hampir terjadi di beberapa daerang selama musim kampanye ini.

"Ada yang diam sekarang. Ada pak,” tuturnya.

Zulhas kemudian mengait- ngaitkan diamnya para makmum mengucapkan amim saat menggelar salat berjamaah, karena sebagian melaksanakan salat berjamaah tersebut cinta terhadap Prabowo Subianto.

Baca Juga: Mendadak Jadi Mualaf, Denny Sumargo Melafalkan Dua Kalimat Syahadat Dihadapan Derry

"Ada yang diam lo banyal pak. Saking cintanya sama Pak Prabowo itu," ucapnya.

Tidak sampai di situ, Zulhas juga menyinggung tata cara tasyahud atau tahiyatul akhir yang seyogyanya mengacungkan satu jari telunjuk.

Namun di musim Pilpres ini sudah banyak jamaah mengacungkan mengacungkan jari telunjuk kanan saat tahiyatul akhir dengan dua jari.

"Itu kalau tahiyatul akhir pak yai, kan gini (jari telunjuk). Sekarang banyak gini pak (dua jari),” tutur dia disambut tawa hadirin.***