POJOKSATU.ID – Kasus Edo Saefudin, Kepala Desa (Kades) Mander di kawasan Serang, Banten belum lama ini kian memanas.
Seperti diketahui, Edo Saefudin dituding buruk dalam menjalankan sebuah bisnis dengan penjual sapi kurban.
Yang mana, Kades Mander ini tidak kunjung melunasi pembelian 16 ekor sapi kurban senilai Rp290 juta.
Bukan main, Edo Saefudin yang masih belum melunasi utang tersebut berdalih mengaku baru saja ditipu rekan bisnis.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @Bertan_takan pada Selasa (10/6/2025).
Dalam unggahannya, Edo dikonfirmasi belum melunasi pembelian sapi kurban tersebut lantaran baru saja mengalami kerugian.
Baca Juga: Ramaikan Libur Panjang, Padati Jalur Bandung-Lembang, Motor Bertenaga Jadi Pilihan Favorit
“Dia (Edo) mengaku kena tipu oleh rekan bisnisnya, hal ini juga membuat usaha bisnisnya kian terpuruk,” jelasnya.
“Sehingga (Edo) kesulitan untuk melunasi (pembelian 16 ekor sapi),” lanjut laporan dalam unggahan akun.
Perlu diketahui, kasus ini bermula saat Edo membeli belasan sapi ke penjual asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut pada Minggu (16/6/2024) silam.
Baca Juga: Kambing Hitamkan Menteri ESDM, Pengamat : Pernyataan Menteri LH Ganggu Stabilitas Pemerintahanya
Yang mana, pembelian itu tidak hanya sekadar kesepakatan secara verbal saja, melainkan juga dengan tulisan.
Sebab, Kades Mander tersebut membuat surat pernyataan berupa perjanjian dalam proses jual-beli sapi dengan total Rp290 juta.
Dalam surat pernyataan itu, dirinya mengaku akan membayar lunas belasan sapi tersebut pada akhir (8/2024).
Dikarenakan, Edo mengaku bahwa dirinya hanya sanggup membayar secara kredit dengan uang muka sebesar Rp20 juta.
Tanpa berpikir panjang, sang penjual sapi sontak mengindahkan surat pernyataan tersebut lantaran Edo memberikan jaminan.
Lebih lanjut, polemik jual-beli sapi kurban ini turut dikonfirmasi langsung oleh salah satu Staf Desa Mander, Hedi.
Baca Juga: Perempuan Desa Ini Ubah Potensi Lokal Jadi Sumber Ekonomi, Berkat Dukungan BRI
Hedi mengonfirmasi bahwa pembelian sapi kurban ini memang benar adanya dilakukan oleh Kades Mander.
Namun, dirinya tidak mengetahui lebih dalam persoalan pembelian sapi senilai Rp290 juta tersebut.
“Saya hanya tahu secara garis kecil, bahwa benar pak kades sedang menghadapi persoalan pembelian sapi,” jelasnya. ***



