POJOKSATU.ID - Seorang nenek penjual makanan di Kampung Pulo Kecil, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menjadi korban penipuan uang palsu pada Kamis (4/12/25). dilansir dari instagram @pojoksatu.id

Peristiwa tersebut membuat warga geram setelah mengetahui bahwa pelaku membayar makanan menggunakan uang pecahan Rp50 ribu yang diduga tidak asli.

Kejadian bermula ketika pelaku datang ke lapak sang nenek dan membeli makanan seperti pelanggan pada umumnya.

Baca Juga: Viral! Jalan Diblokade Pakai Kayu, Warga Dipalak Rp30 Ribu di Tengah Bencana, Netizen Tuai Kecaman Ini Krisis Moral!

Tanpa curiga, nenek itu menerima uang pembayaran dan memberikan kembali uang kembalian.

Namun beberapa saat kemudian, warga yang berada di sekitar lokasi melihat kejanggalan pada uang Rp50 ribu yang digunakan pelaku. Warna dan teksturnya tampak tidak sesuai dengan uang asli.

Kecurigaan warga semakin kuat setelah diperiksa lebih teliti. Mereka pun langsung menghadang pelaku yang hendak pergi menggunakan sepeda motornya.

Pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh warga sekitar sebelum terjadi kepanikan atau tindakan yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Serang Gandeng Dua Daerah Demi PSEL Cilowong, Target Selesai Awal Desember

Setelah diamankan, pelaku dibawa ke pos keamanan setempat untuk mencegah massa bertindak lebih jauh.

Di lokasi, sejumlah warga mengecek kembali barang bukti berupa uang pecahan Rp50 ribu yang diduga palsu.

Nenek penjual makanan yang menjadi korban terlihat syok sekaligus sedih karena hasil dagangannya tidak hanya hilang, tetapi juga digunakan untuk transaksi yang merugikan dirinya.

Baca Juga: Tunjangan Profesi Guru Tertunda Dua Triwulan? Guru Mulai Pertanyakan Keadilan Sistem Pembayaran TPG

Tak hanya itu, warga juga menemukan stiker bertuliskan pers pada motor pelaku.

Temuan ini semakin memicu keheranan dan kegusaran masyarakat karena pelaku seolah mencoba memanfaatkan atribut tertentu untuk mengelabui atau memudahkan aksinya.

Meski begitu, warga tetap menyerahkan proses pemeriksaan lebih lanjut kepada pihak keamanan.

Salah satu saksi menyebutkan bahwa kasus uang palsu seperti ini bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut, sehingga warga semakin waspada.

Baca Juga: Panen Jagung Hibrida di Anggadita, BUMDes dan Polisi Kompak Dukung Pangan 2025

Namun, kejadian kali ini membuat masyarakat ikut prihatin karena yang menjadi korban adalah seseorang yang menggantungkan hidup dari berjualan makanan setiap hari.

Selain merugikan secara materi, peristiwa tersebut juga berdampak emosional bagi sang nenek.

Ia mengaku tak menyangka ada orang yang tega melakukan penipuan terhadap pedagang kecil.

Banyak warga yang kemudian berbondong-bondong membantu dan menenangkan korban agar tidak terlalu terbebani secara mental.

Baca Juga: Pembangunan Banten Berpindah ke Selatan, Lebak Jadi Penggerak Utama

Warga berharap pihak berwenang dapat menindaklanjuti kasus ini secara serius, mengingat uang palsu dapat meresahkan masyarakat dan merusak perekonomian kecil.

Mereka juga meminta agar pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku agar menjadi efek jera bagi siapapun yang mencoba melakukan kejahatan serupa.

Peristiwa ini mengingatkan pedagang kecil untuk lebih berhati-hati ketika menerima uang dari pembeli, terutama dalam bentuk pecahan besar.

Kerugian yang dialami para pedagang kecil seperti sang nenek sangat berdampak karena pendapatan mereka bergantung pada penjualan harian.***