POJOKSATU.id - Anggota polisi Rendy Tuejeh harus menghadapi pemeriksaan oleh Provos Polda Sulut usai ramai tangkapan layar komen 'mampus' dalam video korban erupsi gunung Marapi.
Rendy Tuejeh yang merupakan seorang polisi itu pun langsung viral dan jadi buruan netizen.
Akan tetapi ia kemudian membuat klarifikasi yang menyatakan bahwa bukan dirinya yang membubuhkan komen 'mampus' itu.
Baca Juga: Hindari Depresi Akut, RSUD Batang Fasilitasi Caleg Gagal yang Mengalami Gangguan Jiwa di Pemilu 2024
Unggahan itu merupakan video mahasiswi asal Padang bernama Zhafirah Zahrim Febrina.
Di video tersebut, Zhafirah terlihat bernafas tersengal sengal dan dalam kondisi lemas.
Wajah pendaki tersebut ditutupi abu vulkanik yang berwarna abu-abu.
Baca Juga: Daftar Nama Caleg DPRD Kota Bogor 2024 dari Partai Hanura
Nah, akun Instagram @rendytoejeh terlihat memberikan komentar pada unggahan itu.
Akan tetapi komen akun Intagram @rendytoejeh dianggap sama sekali tidak memberikan rasa simpatik kepada korban.
"Mampus," demikian komen akun Instagram @rendytoejeh sebagaimana dikutip Pojoksatu.id, Senin 4 Desember 2023.
Baca Juga: Peran Pemuka Agama dan Tokoh Agama dalam Menangkal Berita Hoax jelang Pemilu 2024 Harus Diperkuat
Akibat komen tersebut, netizen pun langsung mencari identitas pemilik akun tersebut.
Disebutkan bahwa pemilik akun @rendytoejeh itu tidak lain adalah anggota polisi.
Dalam tangkapan layar yang beredar, akun Instagram @rendytoejeh ternyata bukan akun kaleng-kaleng.
Pasalnya terlihat bahwa akun tersebut memiliki jumlah pengikut mencapai 17 ribu lebih.
Baca Juga: Manfaat Obat Herbal Tradisional Bagi Kesehatan
Dituliskan pula keterangan pada bio:
"REAL ACCOUNT POLDA SULAWESI UTARA MANADO"
Akun tersebut juga cukup aktif membuat unggahan hingga mencapai 544 unggahan.
Baca Juga: Analisis Pakar Komunikasi Soal Tudingan Agus Rahardjo ke Jokowi, Bisa Saja Benar
Komen akun Instagram @rendytoejeh itu pun langsung mendapat reaksi keras dari publik.
Berdasarkan penelurusan Pojoksatu.id, akun Instagram @rendytoejeh saat ini sudah menghilang.
Menanggapi ramainya pemberitaan dirinya, Rendy Tuejeh langsung membuat klarifikasi melalui akun Insatgram miliknya, @rendytuejeh.
Baca Juga: 3 Film Paling Horor di Tahun 2023
Dalam klarifikasinya, anggota Polri yang merupakan seorang selebgram itu memastikan bahwa dirinya tidak pernah membuat komen 'mampus'.
Rendy menjelaskan bahwa akun yang komen 'mampus' bukanlah dirinya.
Baca Juga: Gibran Ingatkan Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia untuk Tetap Menjaga Work-life Balance
Melainkan akun palsu yang menggunakan foto dan konten-konten yang ia unggah di akun Instagramnya.
"Selamat siang saya Brigpol Rendy Tuejeh saya sebelumnya memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi atas komentar oknum yang mengatasnamakan serta menggunakan foto dan identitas saya"
"Yang bersangkutan menggunakan akun palsu @rendytoejeh sedangkan akun asli saya @rendytuejeh"
Baca Juga: Ganjar Dorong Peningkatan SDM Pemuda Sesuai Potensi Lokal di Daerahnya
"Saya juga ikut berbelasungkawa atas musibah erupsi gunung Marapi," tandas Rendy Tuejeh dikutip Pojoksatu.id.
Sementara dalam sebuah unggahan akun Instagram @matarakyat_sumbar mengungkap nasib terbaru anggota polisi Rendy Tuejeh.
Itu adalah sebuah tangkapan layar perbincangan melalui DM Instagram.
Baca Juga: Polisi Bongkar Penjualan Obat Aborsi di Bandung, Empaf Orang Ini Ditetapkan Tersangka
Dalam percakapan tersebut, diduga salah satunya adalah istri Rendy Tuejeh.
Dalam tangkapan layar itu, istri Rendy Tuejeh menjelaskan bahwa bukan suaminya yang komen 'mampus'.
"Banyak akun palsu yang mengatasnamakan suami saya dan memakai foto suami saya," tulis istri Rendy.
Baca Juga: Telah Hadir Kedai Kopi Prolog di Kota Bogor, dari Monolog Menuju Dialog Sesama Pencinta Kopi!
Sang istri juga mengungkap, akibat ramainya pemberitaan ini, suaminya harus menghadapi pemeriksaan oleh Provos Polda Sulut.
"Saat ini suami saya dipanggil Paminal (Provos) Polda Sulut," beber istri Rendy Tuejeh.***




