POJOKSATU.id, JAKARTA — Nama-nama pahlawan nasional yang gugur usia muda ternyata banyak. Bahkan usia pahlawan ini masih 17 tahun, 24 tahun, bahkan 26 tahun.

Pahlawan Nasional Indonesia ternyata banyak yang gugur di usia muda. Umur mereka masih 17 tahun, 24 tahun dan 26 tahun.

Hingga tahun 2023 ini, jumlah pahlawan nasional Indonesia sudah mencapai 185 pria dan 15 wanita atau totalnya sudah 200 orang. Dan beberapa diantaranya gugur di usia muda.

Pahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Syekh Muhammad Utsman, Pengasuh Ponpes Raudlatul Muta'allimin Doakan Ganjar Terpilih

Gelar ini diberikan oleh Pemerintahan Indonesia atas tindakan yang dianggap heroik yang berjasa sangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Adapun nama-nama pahlawan nasional yang gugur di usia muda antara umur 17 tahun, 24 tahun, 25 tahun dan 26 tahun.

1. RW Monginsidi Gugur Usia 24 Tahun

Robert Wolter Mongonsidi lahir di Malalayang, Manado pada 14 Februari 1925 dan berjasa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Sulawesi Selatan.

Robert Wolter Mongonsidi bersama pemuda di Makassar andil dalam Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS) melawan Belanda pada 17 Juli 1946 yang datang setelah Indonesia merdeka untuk melakukan penyerangan.

Baca Juga: Polling Cawapres 2024, Tertinggi Mahfud MD, Ridwan Kamil dan Gibran Bersaing Ketat

Robert ditangkap pada 5 September 1946 dan dieksekusi oleh tim penembak Belanda. RW Mongonsidi gugur di usia 24 tahun.

Di lingkungan keluarga dan rekan-rekan akrabnya, ia biasa dipanggil Bote.

Keluarganya bukan orang kaya. Ayah Robert adalah seorang petani kelapa, namun memiliki harapan supaya anak-anaknya bersekolah tinggi.

Robert mengenyam jenjang sekolah dasar di Hollands Inslanche School (HIS). Setelah tampat dari HIS ia melanjutkan pendidikan ke MULO, yaitu jenjang pendidikan setingkat SMP pada zaman Hindia Belanda.

Baca Juga: Kebon Jeruk Makin 'Sejuk' Gegara Lembur Cepot Juara

Saat pendudukan Jepang, ia gemar belajar bahasa Jepang hingga diangkat sebagai guru kursus bahasa Jepang di usianya yang masih muda.

Mula-mula ia mengajar di Liwutung (Minahasa) lalu dipindahkan ke Luwuk (Sulawesi Tengah). Kemudian memasuki Sekolah Menengah Pertama di Ujung Pandang.

Robert Wolter dikatakan pernah memiliki kedekatan dengan Emmy Saelan, anak perempuan sulung dari Amin Saelan, salah seorang pendiri Gerakan Pendidikan Indonesia Taman Siswa di Sulawesi Selatan.

Namun keduanya tidak kunjung menikah lantaran terhalang cinta beda agama. Padahal, keduanya sudah memiliki kedekatan sejak duduk di bangku SMP hingga mereka bernaung di LAPRIS.

Baca Juga: Adik Perempuan Verrell Bramasta Jadi Korban Phisycal Bullying di Sekolah, Mata Bengkak Dilempar Batu

Robert Wolter Mongisidi dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia pada 6 November 1973.

Dia juga mendapatkan penghargaan tertinggi negara Indonesia, Bintang Mahaputera Adipradana, pada 10 November 1973.


2. Martha Christina Tiahahu Gugur Usia 17 Tahun

Christina Tiahahu lahir di Nusa Laut, Maluku pada 4 Januari 1800. Bersama ayahnya Kapitan Paulus Tiahahu, ajudan Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura, berani mengangkat senjata melawan penjajah Belanda pada tahun 1817.

Pada 2 Januari 1818, Martha Christina Tiahahu gugur di usia 17 tahun. Martha dikenal sebagai gadis pemberani dan gigih oleh kalangan pejuang, masyarakat hingga musuh karena keberaniannya ikut melawan penjajah.

Baca Juga: Presiden Jokowi Dipastikan Buka Kongres PWI XXV di Bandung

Perjuangan Martha Christina Tiahahu dikenang oleh masyarakat dengan mendirikan patung yang menyerupai dirinya di daerah Sirimau, Ambon.

3. RA Kartini Wafat Usia 25 Tahun

RA Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879. Ia dikenal sebagai sosok pahlawan perempuan yang aktif memperjuangkan emansipasi, kesetaraan dan hak perempuan.

Ia ingin semua perempuan menjadi manusia yang maju dan berpendidikan.

Semua pemikirannya tertuang dalam bukunya, yaitu "Habis Gelap, Terbitlah Terang". Berkat perjuangannya, kini para perempuan Indonesia bisa memiliki cita-cita dan mengenyam pendidikan setinggi-tingginya sampai sekarang, bahkan bekerja dengan profesi yang tinggi.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Klaim Indonesia Bakal Rugi Besar Jika Xinyi Group Batal Investasi di Pulau Rempang

Namun pada 21 April 1879, tepat di usianya yang ke-25 meninggal dunia karena preeklampsia setelah melahirkan.

Hingga kini, setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini untuk mengenang perjuangannya.

4. Halim Perdanakusuma Gugur Usia 25 Tahun

Halim Perdanakusuma lahir di Sampang 18 November 1922. Dia merupakan pahlawan Tanah Air yang gugur saat menjalankan tugas semasa perang Indonesia melawan Belanda.

Ia gugur pada 14 Desember 1947, ketika ditugaskan membeli dan mengangkut perlengkapan senjata dengan pesawat terbang dari Thailand.

Baca Juga: Dicampakkan Bima Sakti Saat Seleksi Timnas U17, Lionel Sinathrya Malah Promosi ke Tim PSG U19

Halim diberi gelar pahlawan dan namanya diabadikan sebagai nama bandar udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan kapal perang KRI Abdul Halim Perdanakusuma.

Halim Perdanakusuma diberikan gelar pahlawan nasional pada tanggal 15 Februari 1961. Pemerintah menganugerahkan tanda jasa Bintang Maha Putera Tingkat IV.

Tanggal 9 Agustus 1975, Marsda TNI Anumerta Abdul Halim Perdanakusuma dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 063/TK/1975.


5. Pierre Andreas Tendean Gugur Usia 26 Tahun

Kapten Tendean adalah perwira militer Indonesia keturunan Minahasa - Belanda - Perancis yang lahir di Jakarta pada 21 Februari 1939.

Kapten Pierre mengawali karirnya di bidang militer dengan menjadi intelijen dan ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution dengan pangkat letnan satu.

Sayangnya, Kapten Pierre Tendean termasuk dalam daftar tokoh yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau yang dikenal G30S/PKI.

Ia mengorbankan dirinya demi melindungi pimpinannya, Jenderal AH Nasution yang saat itu menjabat sebagai Menko Hankam sekaligus Kepala Staf Angkatan Bersenjata.

Demikian nama-nama pahlawan nasional yang gugur di usia muda yang antara lain gugur usia 17 tahun, 24 tahun hingga 26 tahun.***