POJOKSATU.id, BANDUNG—Peristiwa tragis pembunuhan siswa SMPN 26 Kota Bandung inisial ZAAQ (14) oleh temannya sendiri YA (16) dan AP (17) masih menyimpan misteri.
Motif kasus pembunuhan ini gara-gara putusnya pertemanan yang sudah terjalin selama tiga tahun antara korban dan salah satu pelaku.
Pertemanan di sini masih menyimpan misteri. Sebab berkembang isu di media sosial Tiktok, diduga salah satu pelaku memiliki orientasi seksual menyimpang.
Pelaku YA merupakan pelajar SMK di Kabupaten Garut dan pelaku AP merupakan kerabat dari YA dan sudah putus sekolah.
Baca Juga: Jambore Dunia 2027 di Polandia, Kwarnas Resmi Terbitkan Edaran Pembentukan Kontingen
Korban ZAAQ dihabisi pada Senin (9/2/2026) lalu, namun jasadnya baru ditemukan pada Jumat (13/2/2026) malam.
Korban ditemukan meninggal dunia di semak belukar eks objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh sejumlah orang yang sedang melakukan siaran langsung TikTok pada Jumat (13/2) malam.
Polisi menyebut, setelah kejadian, kedua pelaku melarikan diri ke Tasikmalaya lalu berpindah ke Garut hingga akhirnya ditangkap.
Penyidik masih mendalami apa motif pembunuhan dan peran masing-masing pelaku.
Kapolres Cimahi AKBP Niko mengatakan tersangka YA (16) mengaku dendam terhadap korban yang menyatakan memutus hubungan pertemanan yang telah terjalin sekitar tiga tahun.
Baca Juga: Heboh! Parkir di Makassar Bakal Dibayar Setahun Sekali Lewat STNK, Bebas Parkir di Seluruh Kota
“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sakit hati karena korban memutus hubungan pertemanan mereka,” katanya, Minggu (15/2).
Dia menjelaskan bahwa tersangka YA menyusul korban ke Bandung dengan disertai niat untuk menghabisi korban. YA diantar oleh AP menggunakan sepeda motor.
“Pelaku berangkat ke Bandung untuk menemui korban. Dari pengakuannya, memang sudah ada niat melakukan pembunuhan,” ujarnya.
Sebelumnya, ZAAQ dilaporkan menghilang dan sempat beredar kabar korban diculik orang lain. Namun polisi memastikan informasi itu merupakan rekayasa pelaku menggunakan ponsel korban.
Peran Kedua Pelaku
Sebelum ditangkap, kedua pelaku sempat melarikan diri ke Tasikmalaya, kemudian kembali ke Garut.
Niko mengungkapkan dari hasil penyelidikan, korban dan pelaku telah saling mengenal sekitar tiga tahun.
Motif pembunuhan diduga karena sakit hati dan dendam, di mana pelaku YA mengaku tersinggung setelah korban menyatakan ingin mengakhiri pertemanan.
"Atas dasar itu, pelaku menyusul korban dari Garut ke Bandung dengan niat untuk menghabisi korban," lanjut Niko.
Niko menuturkan dalam aksinya, YA berperan sebagai eksekutor dengan memukul kepala korban menggunakan botol hingga terjatuh.
Kemudian YA mengeluarkan sangkur yang telah dipersiapkan sebelumnya dan menusuk korban sebanyak delapan kali di bagian perut.
Senjata tajam tersebut dibawa dari Garut dan disimpan di dalam jok sepeda motor.
Setibanya di lokasi eks Kampung Gajah, pelaku mengambil sangkur dan menyimpannya di dalam jaket sebelum melakukan penyerangan.
Sementara itu, AP berperan menunggu di depan untuk menjaga sepeda motor dan mengawasi situasi sekitar.
Setelah kejadian, kedua pelaku meninggalkan korban yang masih dalam keadaan bernyawa. Pelaku membawa telepon genggam dan jaket milik korban.***




