POJOKSATU.id, JAKARTA— Motif penculikan Alvaro Kiano Nugroho (6) yang dilakukan ayah tirinya sendiri, Alex Iskandar, diduga dilatari sakit hati ayah sambung korban ini kepada ibu korban.
Ibu korban Alvaro Kiano diketahui saat ini bekerja di Malaysia. Sementara Alvaro tinggal bersama kakeknya di Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan.
Kakek korban, Tugimin, menyebut menantunya Alex Iskandar memiliki sifat cemburu buta yang besar kepada istrinya. Dimana kadang itu diutarakan langsung kepada Tugimin.
Namun menurutnya, ayah tiri korban berperilaku baik dan suka membelikan mainan kepada korban Alvaro Kiano Nugroho. Untuk ayah kandung korban sendiri saat ini berada di dalam penjara.
Baca Juga: Kakek Ungkap Sosok Ayah Tiri Alvaro Kiano Nugroho Berlaku Baik, Kaget Jadi Pelaku Penculikan Anaknya
Sifat mudah cemburu itu ditunjukkan Alex saat menelepon istrinya, Arum, yang bekerja di Malaysia.
"Jadi kalau telepon ke anak saya, nggak diangkat, dia marah. Dia marah langsung ngadu ke saya, 'Pak saya telepon Arum kok nggak diangkat, malah nomor saya diblock'. 'Lha memang kenapa Mas?', saya bilang kan gitu. 'Nggak tau Pak, di sana udah punya cowo lagi'. Nah itu, perkiraannya seperti itu," kata Tugimin kepada wartawan, Minggu (23/11).
Tugimin pun pernah mencoba membicarakan masalah itu dengan anaknya. Dia menyebut, anaknya pun merasa terganggu dengan sifat Alex.
"Kayanya kecurigaan-kecurigaan itu mengganggu pekerjaan juga," jelasnya.
"Mungkin ada masalah dengan anak saya atau istrinya. Cuma udah pada waktu itu sudah... dia orangnya cemburuan, pencemburu. Cemburuan. Cemburunya besar," kata Tugimin lagi.
Baca Juga: Mengguncang! Alvaro Kiano Ditemukan Tak Bernyawa, Pelakunya Ayah Sambung Sendiri
Diduga motif penculikan dan pembunuhan Alvaro ini dipicu sakit hati Alex kepada istrinya Arum yang dia lampiaskan kepada korban Alvaro Kiano Nugroho.
Polres Metro Jakarta Selatan belum memberikan keterangan resmi mengenai motif dan kronologi penculikan dan pembunuhan kepada Alvaro Kiano Nugroho yang terjadi di Masjid Jami Al Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (6/3/2025). ***
Sejak Alvaro dilaporkan hilang pada Maret 2025 lalu, Aex beberapa kali diperiksa polisi. Namun gelagat ramah dan kooperatifnya membuat keluarga tak pernah curiga.
Kecurigaan Tugimin baru muncul ketika ia mendengar percakapan lirih penyidik saat menyerahkan dokumen tambahan.
Dia menduga pelaku penculikan Alvaro sudah berada di Mapolres Metro Jakarta Selatan. Tidak lama setelah itu, polisi menetapkan Alex Iskandar sebagai tersangka.***




