POJOKSATU.id, JAKARTA — Motif mutilasi di Bekasi terungkap. Ternyata antara korban Angela Hindriati (54) dan pelaku Ecky Listiantho (34) baru 7 bulan selingkuh dan korban memaksa pelaku menikahinya.

Hubungan pacaran atau perselingkuhan antara Ecky Listiantho yang sudah punya istri sah dengan Angela Hindriati Wahyuningsih baru berjalan 7 bulan atau dimulai sejak Juni 2021 lalu.

"Hubungannya dimulai sejak Juni 2021 hingga korban meninggal pada November 2021," ungkap Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Resa Fiardy Marasabessy, Sabtu(7/1/2023).

Kompol Resa menjelaskan, antara korban dan pelaku terpaut usia cukup jauh. Angela Hindriati 54 tahun, sedangkan M Ecky Listoanto berumur 34 tahun.

Meski usia keduanya terpaut jauh, namun pelaku selama ini merasa nyaman dengan korban yang lebih tua 20 tahun darinya itu.

Baca Juga :

Kejadian Mutilasi di Tambun Bekasi, Ini Diduga Motif Pelaku Habisi Angela Hindriati

Namun, pelaku mulai resah saat korban meminta agar dinikahi. Sebab, Ecky Listiantho sudah punya istri bernama Acha yang juga tinggal di Bekasi.

 

Mau Dilaporkan ke Istri Sah Pelaku


Ecky Listianto membunuh Angela Hindriati Wahyuningsih hingga tewas di rumah kontrakan kawasan Tambun, Bekasi, dengan cara mencekik lehernya.

Kanit 4 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Tommy mengatakan, Ecky dan Angela sempat terlibat cekcok di rumah kontrakan.

Sebab Angela mengancam akan melaporkan kepada istri sah pelaku jika tidak dinikahi.

"Hari itu juga terjadi cekcok dan korban dicekik oleh pelaku hingga meninggal dunia," katanya, Sabtu (7/1).

Ecky sempat mengaku bingung usia membunuh Angela. Kemudian pelaku memutilasi korban dengan gergaji mesin.

Proses mutilasi pun dilakukannya usai jenazah korban didiamkan dalam kontrakan yang disewa pelaku selama sepekan.

"Jadi di satu tempat kejadian perkara (TKP) yang sama, di kontrakan itu juga," jelasnya.

Keluarga Angela Sempat Ketemu Ecky


Turyono mengatakan, keluarganya menemui Ecky Listianto di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, sebulan setelah Angela menghilang atau Juni 2019.

"Ketemu cuma sekali di Stasiun Gambir dengan dia dalam rangka cari informasi cari keberadaan adik saya. Itu bulan Juni 2019, setelah hilang," kata Turyono.

Ketika menemui Ecky, Turyono mengaku bahwa saat itu dia tidak melihat gelagat mencurigakan pada pria tersebut. Padahal, saat itu Turyono menemui Ecky dengan tujuan untuk mencari Angela yang menghilang.

"Halus banget, dia kayak semacam sandiwara, pro. Tidak sangka kalau dia bakal kayak gitu. Sopan halus, berpendidikan, tapi ternyata, tidak sangka," kata Turyono.

Pada waktu yang sama, Ecky sempat berbicara ke Turyono kalau pertemuan terakhirnya dengan Angela adalah saat keduanya membahas transaksi apartemen pada Maret.

"Nah, dari kasus apartemen itu, keluarga curiga, dia mengaku beli apartemen, dan katanya membayar Rp750 - 850 juta, padahal sebelumnya dia sempat meminjam uang adik saya," ungkap Turyono.

"Dia pinjam uang untuk pajak mobil terus sebelumnya lagi mau pinjam uang untuk perbaikan mobil," tambah dia.

Dari uang pinjaman itu, Turyono curiga bahwa apartemen milik adiknya telah pindah tangan. Sebab, ada lembar transaksi dan surat pernyataan, namun tanda tangan dalam lembaran tersebut diduga palsu.

"Ada transaksi jual-beli, dia kirim waktu itu lewat WhatsApp, kwitansi dan surat pernyataan. Tapi palsu itu tanda tangannya, karena berbeda," imbuh Turyono.

Diduga, apartemen milik Angela Hindriati Wahyuningsih di kawasan Rasuna Said Jakarta yang telah pindah tangan itu dijual kembali oleh Ecky Listiantho. (ikror/pojoksatu)