POJOKSATU.id, JAKARTA – Kematian tragis Aiptu Asep Suhara anggota Polrestabes Bandung karena ditabrak lari di Jalan Merdeka Kota Bandung Minggu dinihari (9/8) menyita perhatian publik.

Mobil sedan Honda Civic hitam milik anggota TNI di bagian Pusat Persenjataan Kavaleri (Pussenkav), dan ada dua prajurit TNI di dalam mobil yang dikemudikan mahasiswa Adham.

Total tiga anggota TNI diperiksa polisi militer (Pomdam) terkait kasus ini yaitu pemilik mobil yang belum diketahui namanya dan dua penumpang mobil Prada A dan Prada V.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Aiptu Asep Suhara, anggota Polrestabes Bandung, dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Merdeka, Kota Bandung,” kata Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Dua Oknum TNI Dalam Sedan Hitam Saat Tabrak Lari Aiptu Asep Suhara, Kini Diperiksa Pomdam Siliwangi

Donny mengatakan, TNI AD turut berbelasungkawa kepada keluarga mendiang dan keluarga besar Polri.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas musibah yang terjadi serta mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” jelas dia.

Menurut laporan yang TNI AD terima, kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di Jalan Merdeka, Kota Bandung pada Minggu (9/8/2026).

Mobil milik personel Pussenkav yang saat kejadian dikemudikan warga sipil bernama Adham diduga terlibat dalam kecelakaan yang menyebabkan Aiptu Asep Suhara meninggal dunia.

Adham telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Bandung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga: Pelaku Tabrak Lari Aiptu Asep Suhara Ditangkap Polisi, Hanya Pinjam Mobil Sedan Oknum TNI

Seiring dengan proses penyidikan, Pussenkav bekerjasama dengan Pomdam III/Siliwangi dan Polrestabes Bandung.

“Tiga personel TNI AD yang terkait dengan kendaraan tersebut, masing-masing satu orang selaku pemilik kendaraan dan dua orang lainnya yang merupakan penumpang di mobil tersebut, sedang menjalani pemeriksaan internal,” ungkap Donny.

Donny mengatakan, pemeriksaan kepada tiga personel TNI AD terkait mobil tersebut untuk mendalami fakta dan kronologi peristiwa secara menyeluruh.

Donny menegaskan, TNI AD menghormati dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.

“Apabila dari hasil pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh personel TNI AD, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ucap dia.

“Kami berkomitmen menangani peristiwa ini secara transparan dan profesional, serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganannya berjalan dengan baik,” tambahnya.***