POJOKSATU.id, ACEH— Kematian tragis dokter Shanti Hastuti (44) yang ditemukan membusuk di kamar di rumahnya di Blangkejeren, Aceh, belum berhasil diungkap polisi.
Menurut sahabat korban yang akrab disapa Kak DMG, pertemuan terakhir dengan dr Shanti terjadi di kafe Hotel Logon, Desa Kampung Jawa, Blangkejeren, 28 Februari 2026 lalu.
Pertemuan di awal Puasa Ramadhan 2026 ternyata menjadi yang terakhir bagi Shanti bersama rekan-rekan satu angkatannya saat kuliah dulu.
“Setelah itu, kami tidak pernah lagi berkomunikasi dengannya,” ujar Kak DMG, Senin (23/3).
Baca Juga: Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Dokter Shanti yang Membusuk di Kamar, Targetkan 2 Hari Tuntas
Usai bukber puasa, mereka mengira dokter Shanti sudah kembali ke tempat tugasnya di Puskesmas Kecamatan Pining.
Dalam pertemuan bukber itu, dr Shanti tampak seperti biasa, hangat, ramah, dan penuh canda.
Saat sahabatnya bertanya tentang calon pendamping hidup, dia pun menjawab dengan rencana tak mau lagi menikah.
“Saya tidak mau lagi mencari pendamping hidupku,” kata Kak DMG menirukan ucapan Shanti saat itu.
Baca Juga: Lubang di Tangsel Masih Jadi Momok Menakutkan, Bikers Jatuh Usai Hantam Jalan Aspal Rusak
Kak DMG juga mengungkapkan bahwa mereka telah merencanakan reuni bersama setelah Lebaran, sebuah kesepakatan yang kini tak akan terlaksana.
Tujuh Hari Meninggal
Jasadnya diduga telah terbaring antara lima hingga tujuh hari dengan tangan terikat menggunakan kabel listrik dan mulut tersumpal kain, serta tubuh sudah membusuk.
Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan masih berlangsung.
Mulut korban disumpal kain menyerupai jilbab hitam. Kedua tangannya terikat ke belakang menggunakan kabel.
Di bagian pinggang kiri, terdapat luka yang diduga akibat benda tajam. Semua itu mengarah pada dugaan pembunuhan. ***




