POJOKSATU.id, LAMPUNG - Keberhasilan pembangunan suatu daerah dapat tercermin dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Beberapa indikator menentukan peningkatan SDM, seperti akses air minum yang layak, fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan.

Namun, beberapa daerah di Indonesia masih minim akan fasilitas yang baik untuk meningkatkan SDMnya. Salah satunya adalah Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Tak seperti pesona alamnya yang indah, Pulau Sebesi masih minim akan perhatian, khususnya pada akses pendidikan dan kesehatan.

Hal ini dapat dilihat melalui keluhan masyarakat Sebesi di Twitter. Dimana akun @yodistara menuliskan permintaan Ambulance Laut kepada donatur, pada 5 Mei 2023 lalu.

"Tum, minta tolong carikan donatur untuk beli ambulan laut di Pulau Sebesi, Lampung Selatan. Kasihan masyarakat, kalau ada yang sakt masih dianter pake perahu nelayan, mohon dibantu ya tum, buat pemrohonan sudah, tapi sampai saat ini belum ada realisasinya," tulis Yodis melalui akun pribadinya.

BACA JUGA: Identitas Perwira yang Bekingi Kasus TPPO Ternyata Eks Kapolres Lampung Utara, Ini Identitasnya

Keluhan Yodis terhadap ambulance laut ini ditanggapi Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Imin) dan menyerahkan bantuan ambulance laut bagi warga yang tinggal di Pulau Sebesi.

Melalui Sekretaris DPP PKB Bidang Gerakan Sosial Penanggulangan Bencana Lukmanul Hakim didampinggi Ketua DPW PKB Lampung Chusnunia Chalim menyerahkan ambulan laut tersebut kepada pewakilan nelayan dari Pulau Sebesi, di Desa Kunjir, Rajabasa, Lampung Selatan.

Dalam cuitan twitternya Lukmanul Hakim menuliskan: "Saya mendapat cerita dari warga bahwa akhir Mei 2023, seorang ibu yang akan melahirkan tidak tertolong jiwanya akibat sulitnya mencari perahu untuk membawanya menyebrang ke fasilitas kesehatan d luar pulau,"

Hal ini menandakan bahwa selama ini sulit bagi masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan di Pulau Sebesi masih minim, bahkan akses layanan kesehatan terdekat harus dilalui masyarakat menyebrangi laut.

Ambulance laut yang diserahkan PKB ini memiliki kecepatan 17 knot, sehingga dapat mempersingkat waktu pelayaran. Biasanya masyrakat menempuh waktu 2,5 jam menuju Rumah Sakit, namun dengan ambulance laut bisa ditempuh 30 menit.

BACA JUGA: Pernah Dirujak Netizen se-Indonesia, Airlangga Hartarto Puji Gubernur Lampung, Malah Nyalahin Kendaraan Lewat

Ambulance Laut ini dilengkapi juga dengan tabung oxygen, infus, P3K, dan keperluan pendukung lainnya.

Secara Geografis Pulau Sebesi terletak di Teluk Lampung dengan luas pulau 2.620 hektar dan panjang pantai 19,55 km. Masyarakat pulau tinggal di Desa Tejang yang terdiri dari empat dusun yaitu dusun Bangunan, Inpres, Regahan Lada, dan Segenom.

Namun, Pulau Sebesi hanya memiliki 1 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang terletak di Dusun Inpres. Petugas medis yang berjaga hanya dua orang, satu bidan dan satu mantri tanpa ada seorang dokter.

Salah satu pilihan adalah rumah sakit di Kota Kalianda, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. Perawatan di luar pulau merepotkan karena warga harus menyebrangi Selat Sunda sekitar 90 menit dengan kapal nelayan.

Pulau Sebesi memiliki keindahan alam yang menarik untuk dikunjungi. Pulau cantik ini bersebelahan dengan Gunung Anak Krakatau, dan sangat populer di kalangan wisatawan.

Biasanya, pulau dikenal dengan pantai atau perbukitannya. Sementara, Pulau Sebesi memiliki kelebihan lain, yaitu terkenal sebagai pulau yang subur. Sangking suburnya tanah di Pulau Sebesi ini, memiliki sektor perkebunan yang sangat diunggulkan.

Oleh karena itu, Pulau Sebesi memiliki potensi untuk dijadikan kawasan ekowisata, dan diharapkan sumberdaya alam di wilayah tersebut akan tetap lestari, serta masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan, dan membangun akses kesehatan lebih baik lagi. (TIK/pojoksatu)

BACA JUGA: Ketua YKI Sumut Ajak Masyarakat Karo Mau Deteksi Dini, Nawal Lubis: Kanker Stadium Awal Masih Bisa Diobati