POJOKSATU.ID - Anggota DPR nonaktif sekaligus komedian, Eko Hendro Purnomo atau yang lebih dikenal dengan Eko Patrio, mendatangi Polda Metro Jaya untuk mengajukan penangguhan penahanan terhadap salah satu terduga pelaku penjarahan rumahnya.

Langkah ini diambil Eko bukan tanpa alasan. Ia secara terbuka meminta polisi memberi keringanan kepada seorang terduga bernama Rian, karena menurutnya orang tersebut telah berjasa menyelamatkan kucing kesayangannya saat peristiwa penjarahan terjadi.

“Secara pribadi, saya merasa berani untuk datang ke sini karena ingin meminta penangguhan penahanan bagi Rian. Dia sudah menyelamatkan kucing saya,” kata Eko Patrio kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Sabtu dini hari (13/9/2025).

Baca Juga: Alasan Mabes TNI Batal Laporkan Konten Kreator Ferry Irwandi ke Polisi, Hindari Gejolak di Masyarakat

Karier Politik Usai Dinonaktifkan PAN
Dalam kesempatan yang sama, Eko juga menyinggung soal nasib karier politiknya setelah resmi dinonaktifkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN).

Ditegaskan Eko, ia telah menyerahkan seluruh keputusan kepada partai dan siap mengikuti arahan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

“Saya sudah serahkan semuanya kepada partai. Soal saya sebagai anggota dewan atau bukan, itu keputusan ada di Ketum saya, Pak Zulkifli Hasan,” ujarnya.

Baca Juga: Komjen Suyudi Ario Seto Ternyata Teman Satu Angkatan Ferdy Sambo di Akpol 1994

Eko merupakan salah satu dari lima anggota DPR yang dinonaktifkan PAN buntut aksi demo pada akhir Agustus 2025 yang berujung ricuh hingga penjarahan rumahnya.

Fokus pada Keluarga dan Pemulihan Psikologis
Setelah serangkaian peristiwa yang menimpanya, Eko menyatakan akan lebih memprioritaskan keluarga. Ia menyebut kondisi psikologis anak dan istrinya menjadi perhatian utama.

“Saya sekarang ingin lebih memperbaiki psikologis anak-anak saya, psikologis istri saya. Itu yang lebih penting, semuanya lebih untuk keluarga,” ucapnya.

Baca Juga: Beberapa Data Dapodik Akan Menjadi Kunci dalam Penyaluran Dana BOS dan Bantuan Lainnya.

Ia pun mengaku semakin ikhlas dengan peristiwa penjarahan yang terjadi di rumahnya. Alih-alih menaruh dendam, Eko berusaha mengambil sisi positif dari kejadian tersebut dan menekankan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga.

Meski tengah menghadapi cobaan berat, baik dari sisi politik maupun pribadi, Eko menegaskan bahwa dirinya ingin tetap tabah dan mengikuti proses hukum yang berjalan.

Baca Juga: KH. Abbas Billy Yachsy Serukan Persatuan Bangsa: “Rawat Perbedaan, Jaga Kehormatan Negeri”

Kehadirannya di Polda Metro Jaya menjadi wujud tanggung jawab moral sekaligus bentuk penghargaan kepada pihak yang pernah menolongnya.

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

“Bagi saya, yang terpenting sekarang adalah tetap dekat dengan keluarga, fokus menata kehidupan, dan menyerahkan urusan politik kepada partai,” pungkas Eko. ***