POJOKSATU.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan tantangan berat yang dihadapinya menjelang akhir tahun anggaran.
Ia mengaku kewalahan menghadapi lonjakan permintaan pencairan dana dari kementerian dan lembaga (K/L) yang datang bersamaan di penghujung tahun.
Fenomena ini, menurut Purbaya, membuat Kementerian Keuangan harus bekerja ekstra cepat dan cermat agar pencairan anggaran tetap berjalan sesuai aturan.
Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut justru menunjukkan sisi positif dari kinerja belanja negara.
“Terus terang, saya keteteran menghadapi permintaan pencairan di akhir tahun,” ujar Purbaya dalam keterangannya, dikutip pojoksatu.id dari inilah.com.
Namun di balik padatnya permintaan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa serapan anggaran pada akhir tahun justru mengalami akselerasi yang optimal.
Baca Juga: Bahlil Kasih Peringtan, Operator SPBU Swasta Dituding Melawan Negara, Kuota Impor BBM Terancam
Ia menilai kondisi ini sebagai indikasi bahwa kementerian dan lembaga kini lebih siap dalam mengeksekusi anggaran dibandingkan pada awal tahun.
Menurutnya, pada fase awal tahun anggaran, banyak K/L masih menghadapi kendala administrasi dan perencanaan.
Namun seiring berjalannya waktu, kesiapan pelaksanaan program semakin matang sehingga belanja negara dapat dipercepat menjelang tutup tahun.
“Ini tanda bahwa K/L sekarang jauh lebih siap menyerap anggaran. Di awal tahun mungkin masih menyesuaikan, tapi di akhir tahun mereka sudah siap,” jelasnya.
Meski serapan anggaran melonjak di penghujung tahun, Purbaya memastikan tidak ada rencana untuk mengubah postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Pemerintah, kata dia, tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal dan kesinambungan kebijakan anggaran.
Baca Juga: Haji Kunang Ayah Bupati Bekasi Diam-diam Main Sendiri Minta Uang Muka Paket Proyek pada Kontraktor
“Belum ada rencana mengubah postur APBN 2026. Kita tetap fokus pada efektivitas dan kualitas belanja,” tegasnya.
Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu juga mengakui bahwa lonjakan serapan anggaran di akhir tahun tidak lepas dari sikap tegas yang pernah ia sampaikan kepada kementerian dan lembaga.
Purbaya mengungkapkan bahwa sebelumnya ia sempat mengingatkan K/L agar tidak menunda-nunda penyerapan anggaran.
Baca Juga: Viral! Gerai Tolak Uang Tunai, BI Ingatkan Rupiah Wajib Diterima di Semua Transaksi
Ia bahkan mengancam akan mengevaluasi kinerja K/L yang gagal menyerap anggaran secara optimal.
Ancaman tersebut, menurutnya, cukup efektif mendorong percepatan realisasi belanja negara.
“Memang saya pernah mengingatkan, kalau serapan tidak optimal, tentu akan ada evaluasi. Mungkin itu juga yang membuat mereka lebih agresif di akhir tahun,” ungkap Purbaya.
Baca Juga: Pekerja Aktif Bisa Cairkan JHT, Ini Aturan 10 dan 30 Persen yang Perlu Diketahui
Pemerintah berharap, ke depan pola serapan anggaran bisa lebih merata sepanjang tahun.
Dengan demikian, pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih stabil dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat lebih cepat, tanpa harus menumpuk di akhir tahun anggaran.***




